Emiten Bengkel Jantra Grupo (KAQI) Rombak Direksi dan Percepat Ekspansi
Emiten bengkel spesialis kaki-kaki mobil, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) menetapkan susunan direksi baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (20/5/2026).
Perseroan juga menegaskan fokus ekspansi dan digitalisasi bisnis setelah mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025.
Dalam agenda RUPSLB, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Dodon Tri Koeswardana dari jabatan Direktur.
Baca juga: Harga Saham Perusahaan Perbengkelan KAQI Naik 22,88 Persen di Hari Pertama Melantai
Direktur Utama KAQI Imam Sujono, Komisaris Independen Febby Adriyani Tiwon, dan Direktur Keuangan Dodon Tri Koeswardana.
Perseroan juga memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau volledig acquit et de charge atas tindakan pengurusan selama masa jabatan yang bersangkutan.
Sebagai penggantinya, perseroan mengangkat Simon Arosokhi Gulo sebagai Direktur yang sekaligus menjalankan fungsi Sekretaris Perusahaan atau Corporate Secretary hingga ditunjuk pejabat definitif sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama KAQI Imam Sujono mengatakan Simon memiliki pengalaman di bidang corporate secretary, hukum perusahaan, hingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
“Beliau memiliki kompetensi yang kuat dalam aspek kepatuhan, manajemen risiko berbasis ISO 31000, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan,” ujar Imam dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Kejar Target Pendapatan Rp 74,3 Miliar, Ini Strategi Jantra Grupo (KAQI)
Simon Arosokhi Gulo merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Pancasila. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Corporate Secretary dan General Manager Corporate Secretary di perusahaan terbuka, anggota Komite Audit, hingga Direktur Utama PT Sarana Bangun Sukses.
Dengan demikian, susunan pengurus KAQI adalah sebagai berikut.
Proses analisis perbaikan kaki-kaki mobil
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Jantra Al Rasyid
- Komisaris Independen: Febby Adriyani Tiwon
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Imam Sujono
- Direktur: Simon Arosokhi Gulo
Ubah KBLI
Selain perubahan pengurus, pemegang saham juga menyetujui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sesuai Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.
Baca juga: Jantra (KAQI) Fokus Perkuat Ekspansi Bengkel Modern Lewat Penyesuaian Dana IPO
Adapun penyesuaian kode KBLI meliputi KBLI 95311 Reparasi Mobil, KBLI 95312 Pencucian dan Salon Mobil, serta KBLI 47820 Perdagangan Eceran Suku Cadang dan Aksesori Mobil.
Perseroan menegaskan penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian administratif sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak mengubah kegiatan usaha utama perseroan.
Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Imam menyampaikan tahun buku 2025 menjadi fase strategis bagi perseroan, baik dari sisi penguatan operasional, pengelolaan keuangan, maupun persiapan menuju penawaran umum perdana saham atau IPO.
Menurut dia, fokus utama perseroan pada 2026 mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi sistem operasional dan layanan pelanggan, diversifikasi produk, serta ekspansi wilayah operasional.
Baca juga: Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
“Pulau Jawa masih menjadi fokus utama saat ini, dengan rencana ekspansi ke Sumatera dan Sulawesi yang akan dijalankan secara bertahap,” kata Imam.
Selain itu, KAQI juga mulai mempersiapkan kesiapan teknis menghadapi transformasi kendaraan listrik dan kendaraan otonom untuk menjaga keberlanjutan usaha jangka panjang.
Imam mengakui perseroan menghadapi sejumlah tantangan sepanjang 2025, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, persaingan industri yang semakin ketat, perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan ramah lingkungan, hingga keterbatasan sumber daya manusia teknis.
Jantrakakikaki merupakan bengkel kaki-kaki dengan peralatan lengkap.
Pendapatan naik 33,62 persen
Secara kinerja, KAQI membukukan pendapatan sebesar Rp 76,84 miliar pada 2025 atau naik 33,62 persen dibandingkan Rp 57,51 miliar pada 2024.
Baca juga: PGN Siagakan Bengkel BBG di Jalur Pantura Jelang Mudik Lebaran
Perseroan menyebut kenaikan tersebut ditopang ekspansi usaha dan penguatan branding.
Laba kotor tercatat meningkat 19,45 persen menjadi Rp 38,17 miliar, sedangkan laba bersih naik 3,11 persen menjadi Rp 9,4 miliar dari sebelumnya Rp 9,12 miliar.
Sementara itu, total aset perseroan melonjak 81,8 persen menjadi Rp 137,9 miliar pada 2025 dari Rp 75,86 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan aset terutama berasal dari peningkatan perlengkapan, pajak dibayar dimuka, serta aset tetap yang sebagian bersumber dari dana IPO.
Baca juga: Bengkel Keliling BBG PGN Menyasar Kota Besar, Hemat dan Ramah Lingkungan
Dalam rapat, pemegang saham juga menyetujui penggunaan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai cadangan umum sehingga perseroan tidak membagikan dividen.
“Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan,” tuturnya.
KAQI juga melaporkan realisasi penggunaan dana IPO per 31 Desember 2025 telah mencapai Rp 48,5 miliar atau 97,83 persen dari total dana hasil penawaran umum.
Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, kebutuhan operasional, serta pemberian pinjaman kepada entitas anak.
Baca juga: BRI Insurance Siapkan Layanan Bengkel hingga Towing untuk Pemudik
Sementara itu, sisa dana IPO sebesar Rp 1,07 miliar ditempatkan pada instrumen deposito perbankan yang bersifat likuid.
Perseroan menargetkan seluruh sisa dana hasil IPO tersebut dapat direalisasikan sesuai prospektus pada semester I/2026.
Tag: #emiten #bengkel #jantra #grupo #kaqi #rombak #direksi #percepat #ekspansi