Dana Kelolaan Rp 120 Triliun, OCBC NISP Perkuat Layanan Wealth Management
Direktur Bank OCBC Johannes Husin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
21:24
20 Mei 2026

Dana Kelolaan Rp 120 Triliun, OCBC NISP Perkuat Layanan Wealth Management

PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan dana kelolaan bisnis wealth management terus tumbuh, per Desember 2025 nilainya melampaui Rp 120 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap layanan pengelolaan aset dan investasi yang lebih terintegrasi.

Direktur Bank OCBC Johannes Husin mengatakan, bisnis wealth management perseroan yang mencakup obligasi, reksa dana, asuransi, dan emas mencatat tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 29 persen selama 2022-2025.

Baca juga: OCBC Akuisisi Bisnis HSBC, Aset Dikelola Capai Rp 89,8 Triliun

Ilustrasi bank.FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank.

"Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa nasabah membutuhkan mitra untuk pertumbuhan aset jangka panjang," ujar Johannes dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dia mengungkapkan, kebutuhan layanan wealth management di Indonesia terus berkembang, seiring meningkatnya jumlah nasabah yang membutuhkan pendampingan finansial sesuai kebutuhan dan tujuan investasi mereka.

Selain pertumbuhan dana kelolaan, OCBC juga mencatat peningkatan transaksi wealth melalui kanal digital.

Porsi transaksi wealth digital naik dari 30 persen pada 2024 menjadi 44 persen pada 2025.

Baca juga: Laba Bersih OCBC NISP Tumbuh 5 Persen Jadi Rp 1,36 Triliun di Kuartal I 2026

Jumlah transaksi obligasi melalui platform digital juga tumbuh 50 persen secara tahunan, dengan volume meningkat 89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam lima tahun terakhir, frekuensi aktivitas nasabah melalui kartu kredit, kartu debit, QRIS, dan pembayaran tagihan turut tumbuh dengan CAGR sebesar 68 persen.

Menurut Johannes, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan transaksi harian, gaya hidup, dan pengelolaan aset kini semakin terhubung dalam satu ekosistem finansial.

"Dengan skala yang semakin kuat, expertise yang semakin dalam, dan ekosistem yang semakin terintegrasi, kami ingin membantu lebih banyak individu, keluarga, dan pelaku usaha untuk mengelola, melindungi, dan mengembangkan wealth mereka dengan lebih optimal," ucapnya.

Baca juga: Direktur OCBC NISP Lili Surjani Bongkar Kunci Perempuan Sukses di Dunia Perbankan

Untuk memperkuat bisnis wealth management, OCBC menghadirkan sejumlah layanan bagi berbagai segmen nasabah.

NYALA by OCBC ditujukan bagi nasabah yang menginginkan pengelolaan finansial dan investasi secara digital, sedangkan OCBC Premier Banking menyasar nasabah dengan kebutuhan layanan wealth yang lebih komprehensif.

Adapun bagi nasabah ultra-high-net-worth, OCBC menyediakan layanan melalui OCBC Private Bank yang fokus pada pengelolaan kekayaan dan perencanaan warisan.

OCBC juga memperkuat ekosistem layanan melalui anak usaha dan afiliasi, seperti PT OCBC Sekuritas Indonesia di bidang pasar modal dan PT Great Eastern Life Indonesia untuk layanan asuransi jiwa.

Baca juga: Geopolitik Picu Volatilitas Valas, Bank OCBC NISP Fokus Mitigasi Risiko Nasabah

Menurut Johannes, penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat membantu nasabah dalam mengelola likuiditas, investasi, proteksi, hingga perencanaan kekayaan lintas generasi secara lebih menyeluruh.

"Dengan kekuatan ekosistem yang semakin lengkap, kami ingin membantu nasabah tidak hanya menangkap peluang pertumbuhan aset tetapi juga melindungi keluarga dan aset mereka dengan beragam solusi proteksi," tuturnya.

Tag:  #dana #kelolaan #triliun #ocbc #nisp #perkuat #layanan #wealth #management

KOMENTAR