Update Perang di Timur Tengah: AS Kurangi Operasi, Iran Klaim Musuh Mulai Kalah
Asap membubung dari Pelabuhan Zayed setelah serangan Iran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran, memicu respons Iran menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk.(AFP/RYAN LIM)
06:30
21 Maret 2026

Update Perang di Timur Tengah: AS Kurangi Operasi, Iran Klaim Musuh Mulai Kalah

Perkembangan terbaru perang di Timur Tengah menunjukkan dinamika baru setelah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan pengurangan operasi militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasi militer terhadap Iran.

Trump juga menekankan pentingnya pengawasan Selat Hormuz oleh negara-negara pengguna jalur tersebut.

Baca juga: Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Peringatkan Negara Sekutu Bisa Jadi Musuh

Pernyataan itu disampaikan melalui akun Truth Social miliknya pada Jumat (20/3/2026).

Trump menilai tujuan operasi militer AS hampir tercapai meskipun belum membuka peluang gencatan senjata dengan Iran.

Di sisi lain, Iran menyatakan tidak memiliki surplus minyak mentah untuk ditawarkan ke pasar internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah pejabat AS menyebut kemungkinan pencabutan sanksi terhadap minyak Iran di laut.

Pemerintah Inggris mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang target Iran.

Izin tersebut diberikan untuk melindungi jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari, Inggris telah membuka dua pangkalan bagi operasi pertahanan AS.

Inggris juga mengerahkan aset udara untuk mendukung sekutu di kawasan.

Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat dapat mengambil alih Pulau Kharg kapan saja. Pulau tersebut merupakan pusat distribusi minyak utama Iran.

Baca juga: Klaim Tak Tahu-menahu, Trump Ancam Hancurkan Ladang Gas Iran Jika Qatar Diserang Lagi 

Pernyataan itu muncul setelah laporan mengenai rencana pendudukan atau blokade terhadap pulau tersebut.

Media Amerika Serikat melaporkan pengerahan tambahan pasukan Marinir ke Timur Tengah.

Wall Street Journal menyebut sekitar 2.200 hingga 2.500 Marinir dikerahkan dari California.

Sementara CNN melaporkan ribuan Marinir dan pelaut diperkirakan akan menyusul ke kawasan tersebut. Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menjadi sumber laporan tersebut.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei membantah keterlibatan negaranya dalam serangan terhadap Oman dan Turkiye.

Mojtaba menuding serangan tersebut sebagai bagian dari rekayasa pihak yang ia sebut sebagai musuh.

Dalam pesan Nowruz, Mojtaba Khamenei juga menyatakan musuh Iran sedang mengalami kekalahan.

Baca juga: Rudal Haj Qasem Iran: Spesifikasi, Kecepatan, dan Kemampuannya Serang Israel serta Pangkalan AS

Ia menyebut persatuan rakyat Iran menjadi faktor utama dalam menghadapi tekanan dari AS dan Israel.

Aliansi NATO mengonfirmasi seluruh misi non-tempur di Irak telah dipindahkan ke Eropa. Pemindahan dilakukan setelah ratusan personel meninggalkan wilayah Irak.

Ledakan dilaporkan terjadi di Teheran menurut wartawan AFP. Sirene serangan udara juga terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem pada Jumat malam.

Polisi Israel menyatakan sedang menyelidiki lokasi dampak ledakan di sekitar Tel Aviv. Sebuah ledakan sebelumnya juga terjadi di kawasan Kota Tua Yerusalem.

Ledakan tersebut membentuk kawah di lereng bukit dan menyebarkan puing di sekitar area suci.

Lokasi itu berada dekat Masjid Al-Aqsa, Tembok Barat, dan Gereja Makam Suci.

Tak hanya itu saja, serangan drone dilaporkan menghantam kilang minyak Mina Al-Ahmadi di Kuwait. Insiden tersebut memicu kebakaran tanpa menimbulkan korban jiwa.

Informasi itu disampaikan media pemerintah Kuwait mengutip perusahaan minyak nasional.

Kelompok Hizbullah mengeklaim telah menyerang pasukan Israel di enam desa di Lebanon selatan. Serangan juga menyasar tank Merkava milik Israel.

Aksi tersebut terjadi saat pasukan darat Israel mencoba memasuki wilayah Lebanon selatan.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memperingatkan Iran agar tidak menyerang kepentingan Inggris.

Baca juga: Iran Tangkap 500 Tersangka Mata-mata Usai Serangan AS dan Israel

Peringatan itu disampaikan dalam percakapan telepon dengan pejabat Iran.

Namun, Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan penggunaan pangkalan Inggris oleh AS dianggap sebagai bentuk keterlibatan dalam agresi terhadap Iran.

Tag:  #update #perang #timur #tengah #kurangi #operasi #iran #klaim #musuh #mulai #kalah

KOMENTAR