Houthi Nyatakan Siap Terjun Perang Demi Iran, Siaga Tinggi Buka Front Baru
Warga Yaman memegang senjata sambil menaiki sepeda motor yang melindas gambar bendera Inggris di jalanan beraspal Ibu Kota Sana'a yang dikuasai Houthi, 29 Februari 2024.(AFP/MOHAMMED HUWAIS)
22:24
26 Maret 2026

Houthi Nyatakan Siap Terjun Perang Demi Iran, Siaga Tinggi Buka Front Baru

- Kelompok Houthi di Yaman menyatakan siap ikut berperang guna membela Iran jika diperlukan. 

Konflik Timur Tengah ini dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari dan membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur.

Teheran melancarkan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang menyumbang seperlima pasokan minyak dunia.

Baca juga: Houthi Yaman Sambut Mojtaba Khamenei, Sebut Pukulan Telak bagi Musuh

Seorang petinggi Houthi yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa pihaknya kini dalam posisi siaga tinggi. 

Dia menyebut bahwa keputusan untuk memulai serangan sepenuhnya berada di tangan pimpinan tertinggi kelompok tersebut.

"Kami berdiri dalam kesiapan militer penuh dengan semua opsi. Adapun detail lain terkait penentuan jam nol, hal itu diserahkan kepada pimpinan," ujar pemimpin Houthi tersebut kepada Reuters, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, saat ini Houthi masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan sebelum memutuskan waktu yang tepat untuk bergerak.

"Hingga saat ini Iran melakukan tugasnya dengan baik dan mengalahkan musuh setiap hari, dan pertempuran berjalan sesuai arahnya. Jika terjadi sesuatu yang sebaliknya, maka kami dapat melakukan penilaian," tambahnya.

Baca juga: Houthi Yaman Tak Kunjung Membantu Iran, Strategi atau Trauma Diserang Israel?

Bab el-Mandeb jadi target strategis

Jika Houthi benar-benar membuka front baru, target utama yang paling terancam adalah Selat Bab el-Mandeb, perairan sempit di Laut Merah yang memisahkan Tanduk Afrika dan Semenanjung Arab.

Selat ini merupakan titik krusial yang mengontrol lalu lintas kapal menuju Terusan Suez.

Ancaman ini menjadi kian serius mengingat Iran telah secara efektif menutup Selat Hormuz. 

Para diplomat dan analis menilai Houthi sedang menunggu momen yang tepat untuk memberikan tekanan maksimal melalui koordinasi dengan Iran.

Sumber militer Iran, sebagaimana dikutip kantor berita Tasnim, menyebutkan bahwa Teheran bisa saja membuka front baru di Bab el-Mandeb jika wilayah kedaulatan atau pulau-pulau milik Iran diserang.

Sebagai informasi, Selat Bab el-Mandeb hanya memiliki lebar 29 km di titik tersempitnya. Jalur ini merupakan rute vital bagi pengiriman komoditas global, termasuk minyak mentah dari Teluk menuju Mediterania, serta minyak Rusia yang menuju Asia.

Baca juga: Kirim Ancaman, Houthi Sebuat Kehadiran Israel di Somaliland Akan Jadi Target Militer

Rekam jejak konflik

Foto yang dirilis oleh Pusat Media Houthi Ansarullah Yaman pada 8 Juli 2025 ini menunjukkan kepulan asap di kapal kargo Magic Seas berbendera Liberia yang diserang oleh milisi afiliasi Houthi di Laut Merah. Pelaut Filipina, Cocoy, sedang beristirahat di kabinnyaketika serangan dimulai.ANSARULLAH MEDIA CENTRE via AFP Foto yang dirilis oleh Pusat Media Houthi Ansarullah Yaman pada 8 Juli 2025 ini menunjukkan kepulan asap di kapal kargo Magic Seas berbendera Liberia yang diserang oleh milisi afiliasi Houthi di Laut Merah. Pelaut Filipina, Cocoy, sedang beristirahat di kabinnyaketika serangan dimulai.

Houthi sebelumnya pernah melakukan gangguan besar terhadap navigasi maritim di sekitar Semenanjung Arab sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina setelah serangan 7 Oktober 2023 di Gaza. 

Aksi tersebut sempat terhenti menyusul gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Oktober 2025 yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Namun, posisi Houthi yang kini kembali mengancam jalur perdagangan dipandang sebagai kartu as bagi Iran.

"Ketika mereka melihat Iran sangat membutuhkan mereka, maka mereka akan bergerak," ungkap Amr Al-Bidh, anggota pimpinan senior Dewan Transisi Selatan (STC) Yaman, saat ditemui di Jenewa.

Baca juga: Houthi Yaman Eksekusi 17 Orang atas Tuduhan Mata-mata untuk Israel, AS, dan Arab Saudi

Tag:  #houthi #nyatakan #siap #terjun #perang #demi #iran #siaga #tinggi #buka #front #baru

KOMENTAR