Trump Ultimatum Iran Lagi, Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih setelah serangan AS ke fasilitas nuklir Iran, 22 Juni 2025.(AFP/CARLOS BARRIA)
23:06
4 April 2026

Trump Ultimatum Iran Lagi, Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz, yang strategis bagi jalur energi global.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (4/4/2026), Trump menyebut Iran hanya memiliki waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi konsekuensi besar.

"Waktu hampir habis—48 jam sebelum semua Neraka akan menimpa mereka," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip dari AFP.

Baca juga: Trump Klaim Negosiasi dengan Ketua Parlemen Iran, Ultimatum jika Perundingan Gagal

Ancaman ini bukan yang pertama disampaikan Trump dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya pada 21 Maret 2026, Trump memperingatkan bahwa AS akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak segera membuka Selat Hormuz tanpa syarat.

Namun, dua hari setelah ancaman tersebut, presiden ke-47 AS itu sempat melunak dengan menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan positif.

Ia mengatakan, sedang berlangsung percakapan yang sangat baik dan produktif dengan otoritas Iran.

Trump juga memutuskan untuk menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari.

Penundaan itu kemudian diperpanjang kembali hingga batas waktu terbaru yang ditetapkan pada pukul 20.00 pada Senin (23/3/2026), atau 07.00 WIB Selasa.

Di tengah eskalasi retorika tersebut, para ahli mengingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu titik utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap ketegangan di kawasan ini berpotensi berdampak luas terhadap ekonomi global.

Baca juga: 3 Anggota DK PBB Cegah Negara Teluk Buka Selat Hormuz Pakai Militer

Iran tak akan begitu saja buka Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz.GOOGLE MAPS Ilustrasi Selat Hormuz.Sementara itu, laporan intelijen terbaru AS memperingatkan bahwa Iran kemungkinan besar tidak akan membuka blokade di Selat Hormuz dalam waktu dekat.

Berdasarkan keterangan tiga sumber yang memahami masalah tersebut, Teheran menilai kendalinya atas jalur nadi minyak dunia tersebut merupakan satu-satunya alat penekan nyata yang mereka miliki terhadap AS.

Temuan ini mengindikasikan bahwa Teheran akan terus mencekik jalur pelayaran tersebut guna menjaga harga energi tetap tinggi. 

Langkah ini dilakukan untuk menekan Trump agar segera mencari jalan keluar dari perang yang telah berlangsung lebih dari sebulan, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Kapal Perancis Berhasil Lewati Selat Hormuz, Jadi yang Pertama dari Eropa

Laporan tersebut juga memberikan indikasi terbaru bahwa perang yang awalnya ditujukan untuk memangkas kekuatan militer Iran, justru berisiko meningkatkan pengaruh regional Teheran. 

Hingga saat ini, Teheran melalui Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menggunakan berbagai taktik untuk membuat transit komersial menjadi terlalu berbahaya atau tidak dapat diasuransikan. 

Sejak Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meluncurkan perang pada 28 Februari, Iran telah menyerang kapal sipil, menyebar ranjau, hingga menuntut biaya lintas kapal.

Akibatnya, harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menyebabkan kelangkaan bahan bakar di negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas dari Teluk.

Sumber: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru

Baca juga: Iran Ogah Segampang Itu Buka Blokade Selat Hormuz, Ini Alasannya

Tag:  #trump #ultimatum #iran #lagi #buka #selat #hormuz #dalam #atau #hadapi #neraka

KOMENTAR