Trump Bocorkan Perundingan Damai AS-Iran Putaran Kedua, Digelar Kamis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026. Perdebatan soal kondisi mental Donald Trump memicu pertanyaan publik tentang demensia, termasuk gejala dan bagaimana cara memastikan diagnosisnya secara medis.(AFP/KENT NISHIMURA)
07:12
15 April 2026

Trump Bocorkan Perundingan Damai AS-Iran Putaran Kedua, Digelar Kamis

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan, putaran kedua perundingan damai dengan Iran kemungkinan akan segera digelar di Pakistan dalam dua hari ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sesi wawancara virtual dengan jurnalis The New York Post yang berada di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (14/4/2026) waktu setempat. 

Diperkirakan, putaran kedua perundingan damai antara AS dan Iran akan digelar pada Kamis (16/4/2026) setelah kedua belah menemui kebuntuan dalam pertemuan pertama pada Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026).

Baca juga: Perundingan Israel-Lebanon di Washington, Apa yang Perlu Diketahui?

"Sebaiknya kalian tetap di sana, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana," kata Trump.

Dia menambahkan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir melakukan pekerjaan hebat dalam mengatur pembicaraan tersebut.

"Dia fantastis, dan karena itu kemungkinan besar kita akan kembali ke sana," kata Trump.

Meski memberikan sinyal hijau terkait kelanjutan diplomasi, Trump memastikan bahwa dirinya tidak akan terlibat secara langsung dalam pertemuan tersebut. 

Baca juga: Perundingan Gagal, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang akan mewakili delegasi AS, sebagaimana dilansir The New York Times.

Dalam wawancara yang sama, Trump secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap laporan mengenai draf kesepakatan yang diajukan negaranya. 

Laporan tersebut menyebutkan bahwa AS mengusulkan "penangguhan" seluruh aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun, bukan memberlakukan larangan permanen terhadap pengayaan nuklir.

Trump menegaskan bahwa komitmen AS tetap pada pelarangan total kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran.

"Saya telah mengatakan bahwa mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump. "Jadi, saya tidak suka (usulan) 20 tahun itu."

Baca juga: 5 Kendala di Balik Gagalnya Perundingan AS-Iran

Kegagalan perundingan pertama

Rencana perundingan baru ini muncul setelah perundingan tertutup selama 16 jam yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance di Pakistan pada akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan. 

Vance meninggalkan lokasi pada Minggu pagi lebih awal dari jadwal semula.

Dilansir dari Reuters, Pihak AS bersikeras pada sejumlah poin krusial, yakni penghentian seluruh pengayaan uranium Iran dan pembongkaran fasilitas nuklir utama.

Washington juga menuntut Teheran untuk membuka penuh Selat Hormuz tanpa pungutan biaya biaya, serta menghentikan pendanaan untuk kelompok proksi regional.

Baca juga: Drama 20 Jam di Islamabad: Saat Dialog AS-Iran Nyaris Sepakat, Lalu Tetiba Kandas

Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).AFP/POOL/JACQUELYN MARTIN Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).

Sebaliknya, Iran mengajukan tuntutan yang mencakup gencatan senjata permanen yang terjamin terjamin, serta pencabutan sanksi primer dan sekunder.

Iran juga mendesak pencairan aset-aset yang dibekukan serta pengakuan hak pengayaan uranium dan kendali atas Selat Hormuz.

Sementara Washington fokus pada masalah nuklir dan Selat Hormuz, Teheran menginginkan pemahaman yang lebih luas, menurut dua sumber kepada Reuters.

Tembok perbedaan pun tetap terlalu tinggi. Pihak AS bersikeras pada "garis merah" mereka soal nuklir, sementara pihak Iran merasa AS tidak memahami kekhawatiran mendasar mereka soal kepercayaan. 

Baca juga: Respons Kecewa Sejumlah Negara Usai Perundingan AS-Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan

Tag:  #trump #bocorkan #perundingan #damai #iran #putaran #kedua #digelar #kamis

KOMENTAR