Hubungan Memanas, Eropa Rancang Misi Amankan Selat Hormuz Tanpa Libatkan AS
- Sejumlah negara Eropa tengah menyusun rencana besar untuk membentuk koalisi internasional guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, rencana misi militer ini baru akan dijalankan setelah perang Iran berakhir dan kemungkinan besar tidak akan melibatkan Amerika Serikat (AS).
Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan, misi ini dirancang sebagai misi pertahanan internasional yang netral, sebagaimana dilansir Wall Street Journal.
"Rencana ini adalah untuk misi pertahanan internasional yang tidak menyertakan pihak-pihak yang berperang," ujar Macron, Selasa (14/4/2026), merujuk pada AS, Israel, dan Iran.
Sumber diplomat Eropa yang mengetahui rencana tersebut menuturkan, kapal-kapal Eropa nantinya tidak akan berada di bawah komando AS.
Baca juga: Cara Iran Lawan Blokade AS di Selat Hormuz, Manfaatkan Perbatasan
Pertemuan tingkat tinggi tanpa AS
Pada Jumat (17/4/2026) mendatang, Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan daring yang melibatkan puluhan negara untuk membahas teknis pengamanan Selat Hormuz.
Meskipun Starmer akan hadir langsung di Paris, pejabat Perancis dan Inggris mengonfirmasi bahwa AS tidak akan menghadiri pertemuan tersebut.
Di sisi lain, China dan India turut diundang, meski kehadiran mereka belum dapat dipastikan.
Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noel Barrot, menegaskan bahwa misi ini sangat bergantung pada situasi di lapangan dan persetujuan negara-negara pesisir.
"Misi yang kami maksud hanya dapat dikerahkan setelah ketenangan pulih dan permusuhan dihentikan," kata Barrot.
Dia juga menambahkan bahwa koalisi akan berkoordinasi dengan negara-negara yang berbatasan dengan selat, termasuk Iran dan Oman.
Baca juga: 3 Kapal Lintasi Selat Hormuz Saat Blokade AS, Bagaimana Nasibnya?
Tiga tahapan utama misi
Tujuan utama dari rencana Eropa ini adalah untuk memulihkan kepercayaan perusahaan pelayaran global agar bersedia kembali melintasi Selat Hormuz setelah pertempuran usai. Terdapat tiga fokus utama dalam rencana tersebut:
Pertama, logistik pelayaran. Memastikan ratusan kapal yang saat ini terjebak di selat dapat keluar dengan aman.
Kedua, operasi pembersihan ranjau laut. Melakukan operasi pembersihan ranjau laut skala besar untuk membersihkan ranjau yang dipasang Iran di awal konflik.
Dalam hal ini, Eropa memiliki keunggulan karena memiliki lebih dari 150 kapal pemburu ranjau, sementara AS telah mempensiunkan sebagian besar armada pembersih ranjaunya.
Ketiga, pengawalan militer. Menyediakan pengawalan rutin menggunakan kapal fregat dan perusak guna menjamin keamanan navigasi.
Mujtaba Rahman, Kepala bagian Eropa untuk firma analisis risiko Eurasia Group, menilai kehadiran militer Barat tetap krusial meski gencatan senjata telah tercapai.
"Pada suatu saat nanti perlu ada sistem pengawalan atau konvoi untuk melindungi kapal-kapal. Perusahaan asuransi dan pelayaran kemungkinan besar akan menuntut perlindungan tersebut," ungkap Rahman.
Baca juga: Perancis Desak Iran dan AS untuk Kembali Berunding, Minta Buka Selat Hormuz
Keretakan hubungan
Ilustrasi Selat Hormuz.
Keputusan untuk meminggirkan AS dalam rencana ini merupakan sinyal semakin renggangnya hubungan trans-atlantik.
Selama setahun terakhir, ketegangan dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif ekspor pada Eropa, penghentian dukungan untuk Ukraina, hingga klaim sepihak untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.
Selain itu, para pemimpin Eropa memandang perang Iran saat ini sebagai tindakan ilegal dan guncangan ekonomi yang tidak diinginkan.
Mereka menolak desakan Trump untuk membuka selat secara paksa menggunakan kekerasan.
Macron menilai, upaya membuka selat dengan kekerasan adalah hal yang tidak realistis dan berisiko mengekspos kapal-kapal pada ancaman rudal balistik.
Hingga saat ini, belum diketahui apakah keinginan Eropa untuk membantu hanya setelah konflik berakhir dapat meredakan kritik Trump, yang sebelumnya sempat mengancam akan mempertimbangkan kembali keanggotaan AS di NATO.
Baca juga: Blokade AS di Selat Hormuz Belum Jelas, Kapal Iran Masih Bebas Melintas
Tag: #hubungan #memanas #eropa #rancang #misi #amankan #selat #hormuz #tanpa #libatkan