Teka-teki Video AL China, Cara Beijing ''Spill'' Calon Kapal Induk Terbaru?
Upacara peresmian dan pengibaran bendera Fujian, kapal induk pertama China yang dilengkapi ketapel elektromagnetik, di pelabuhan angkatan laut di Kota Sanya, Provinsi Hainan, China, Rabu (5/11/2025).(XINHUA/LI GANG)
17:24
23 April 2026

Teka-teki Video AL China, Cara Beijing ''Spill'' Calon Kapal Induk Terbaru?

- Pemerintah China memberikan teka-teki mengenai kehadiran kapal induk keempatnya melalui sebuah video promosi terbaru berdurasi sekitar tujuh menit. 

Kapal tersebut diduga menjadi kapal induk pertama milik "Negeri Panda" yang akan menggunakan tenaga nuklir.

Video promosi tersebut berjudul Into the Deep dan dirilis menjelang peringatan hari jadi ke-77 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China

Baca juga: AS Kecam China yang Lakukan Intimidasi untuk Halangi Pemimpin Taiwan ke Afrika

Video ini memicu spekulasi luas di kalangan publik mengenai ambisi Beijing dalam memperkuat kekuatan maritimnya, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (23/4/2026).

Dalam video tersebut, muncul tentara yang sedang berbaris dengan nama homofon (bunyi yang sama) dari tiga kapal induk yang sudah beroperasi saat ini, yaitu Liaoning, Shandong, dan Fujian.

Namun, perhatian tertuju pada sosok rekrutan baru berusia 19 tahun bernama "He Jian". 

Dalam bahasa Mandarin, nama tersebut memiliki pelafalan yang sama dengan istilah "kapal nuklir". 

Baca juga: Manuver China Saat Krisis Selat Hormuz, antara Diplomasi dan Ambisi

Selain itu, usia karakter yang menginjak 19 tahun diduga merujuk pada nomor lambung kapal induk berikutnya, melanjutkan urutan kapal induk yang ada saat ini. 

Ketiga kapal induk China yang sudah diluncurkan masing-masing memiliki nomor lambung 16, 17, dan 18 secara berurutan.

Saat ini, ketiga kapal induk China masih menggunakan tenaga konvensional. 

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan resmi terkait spekulasi penggunaan tenaga nuklir tersebut.

Baca juga: 3 Negara Hadang Pesawat Presiden Taiwan, Dipuji China

Pesan simbolis

Selain memamerkan kekuatan militer, video tersebut juga menyelipkan pesan diplomatik yang ditujukan untuk Taiwan. 

Terdapat adegan dialog antara seorang perwira angkatan laut dengan putranya yang bernama "Xiao Wan", nama yang merujuk pada Taiwan.

"Aku belum mau pulang. Aku ingin bermain lebih lama lagi," ujar bocah tersebut dalam video. 

Sang ayah kemudian menjawab, "Xiao Wan, jangan menyulitkan. Ibu menunggumu di rumah. Ayo kita pulang."

Dialog ini dianggap sebagai simbolisasi dari klaim China atas Taiwan, meskipun pemerintah di Taipei dengan tegas menolak klaim kedaulatan tersebut.

Baca juga: Perang Iran Bikin Taiwan Ragukan Senjata AS, Tak Yakin Bisa Lawan China

Upaya pembangunan kekuatan maritim ini sejalan dengan visi Presiden Xi Jinping sejak 2012 untuk membangun Angkatan Laut yang mampu beroperasi di samudera jauh.

Sejauh ini, Beijing telah mengucurkan dana miliaran dollar untuk mencapai target tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Sumber Daya Alam China melalui artikel di harian People's Daily mendesak upaya yang lebih besar untuk "melindungi" lebih dari 11.000 pulau yang diklaim oleh China. 

Berdasarkan data tahun 2018, mayoritas pulau ini berada di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Selama bertahun-tahun, China telah membangun pulau buatan, landasan pacu, dan fasilitas militer di wilayah sengketa. 

Baca juga: China Respons Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran, Sebut Situasi Kritis

Kapal induk milik AL China, Liaoning.AFP/ANTHONY WALLACE Kapal induk milik AL China, Liaoning.

Pada September 2025, Beijing bahkan mendeklarasikan cagar alam nasional di Scarborough Shoal untuk memperkuat klaimnya atas atoll tersebut, yang selama ini menjadi titik api konflik dengan Filipina.

Meskipun China terus memperkuat kehadirannya, Gregory Poling dari lembaga think tank CSIS menilai bahwa langkah Beijing mulai menemui titik jenuh.

"Fasilitas di pangkalan pulau buatan telah memungkinkan penegak hukum, angkatan laut, dan kapal milisi China untuk berpatroli setiap hari di perairan tetangga mereka hingga 1.000 mil laut dari garis pantai China," ujar Poling.

Namun, dia menambahkan bahwa kehadiran Beijing di jalur perairan sibuk tersebut tidak menghalangi langkah negara lain. 

Poling mencatat bahwa Beijing belum berhasil menghentikan satu pun proyek energi, misi pasokan ulang, atau pembangunan dalam setidaknya empat tahun terakhir.

"Beijing tampaknya telah mencapai titik di mana hasil yang diperoleh mulai berkurang," tambahnya.

Baca juga: Apakah To Lam akan Membuat Vietnam Menjelma Seperti China?

Tag:  #teka #teki #video #china #cara #beijing #spill #calon #kapal #induk #terbaru

KOMENTAR