Utusan AS Segera ke Pakistan, Sinyal Perundingan Damai Putaran Kedua?
Utusan khusus Amerika Serikat untuk perang Rusia-Ukraina, Steve Witkoff (kanan), dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner (kiri), bersama utusan perekonomian Kremlin Kirill Dmitriev (belakang), menjelang pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, 2 Desember 2025.(SPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP)
06:24
25 April 2026

Utusan AS Segera ke Pakistan, Sinyal Perundingan Damai Putaran Kedua?

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam jumpa pers pada Jumat (24/4/2026). 

Kepastian pemberangkatan dua utusan AS tersebut membawa angin segar direalisasikannya perundingan damai putaran kedua.

Baca juga: Menlu Iran ke Pakistan Hari Ini, tapi Bukan untuk Negosiasi dengan AS

Menurut Leavitt, kedua utusan tersebut dijadwalkan berangkat pada Sabtu (25/4/2026) pagi waktu AS untuk melanjutkan proses negosiasi, sebagaimana dilansir BBC.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance yang digadang kembali menjadi pempimpin delegasi dipastikan tidak akan ikut dalam rombongan awal ke Pakistan

Leavitt menjelaskan, Vance akan tetap berada di AS bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan pejabat lainnya.

Namun, dia menegaskan bahwa Vance tetap memantau situasi secara intensif dan siap diberangkatkan sewaktu-waktu jika diperlukan.

Baca juga: Menlu Iran Disebut Berangkat ke Pakistan, Perundingan dengan AS Terwujud?

"Wakil Presiden tetap terlibat secara mendalam dalam seluruh proses ini, dan dia akan bersiap di sini," ujar Leavitt. 

"Semua orang dalam posisi siaga untuk terbang ke Pakistan jika diperlukan," lanjutnya.

Leavitt menambahkan bahwa pemerintah bersedia mengirim Vance ke Pakistan jika kehadirannya dinilai memberikan dampak positif bagi jalannya perundingan.

Pengiriman Witkoff dan Kushner ini merupakan langkah lanjutan setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran.

Baca juga: Pakistan Mencekam, 40 Milisi Bermotor Serbu Tambang Emas, 10 Orang Tewas

Keputusan untuk mengirim kedua utusan tersebut ke Islamabad, ujar Leavitt, bertujuan agar AS dapat mendengarkan secara langsung poin-poin yang ingin disampaikan oleh Teheran. 

Berdasarkan keterangan Leavitt, pihak Iran menyatakan keinginan untuk berbicara secara tatap muka.

"Presiden selalu bersedia memberikan kesempatan bagi diplomasi," kata Leavitt menjelaskan alasan di balik keputusan Trump.

Delegasi Iran di Pakistan

Diberitakan sebelumnya, media pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026).

Namun media tersebut tidak mengatakan apa pun yang berkaitan dengan pertemuan atau perundingan bersama pejabat AS.

Baca juga: Pakistan Masih Tunggu AS-Iran Datang, Warga Mulai Kesal

Sumber pemerintah Pakistan menyebut, delegasi Iran yang dipimpin oleh Araghchi diperkirakan akan tiba di Islamabad Jumat malam. 

Pihak Pakistan berharap pertemuan ini akan mengarah pada putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Apalagi sumber tersebut menambahkan bahwa tim logistik dan keamanan AS sudah berada di Islamabad untuk memfasilitasi proses negosiasi.

Delegasi Iran diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan mediator Pakistan, tetapi tidak dengan perwakilan Washington, menurut sumber AS dan media pemerintah Iran. 

Pakistan telah berupaya memulai kembali pembicaraan gencatan senjata antara Iran dan AS, setelah upaya untuk pembicaraan langsung antara keduanya gagal pada awal pekan ini.

Baca juga: Iran Siap Berunding dengan AS di Pakistan, Asalkan...

Tag:  #utusan #segera #pakistan #sinyal #perundingan #damai #putaran #kedua

KOMENTAR