Tak Bisa Dinego, Mojtaba Khamenei Bersikukuh Pertahankan Nuklir Iran
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Iran tidak akan menyerahkan atau membatasi kemampuan nuklir dan rudalnya, meski didesak oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam pernyataan yang dibacakan melalui televisi pemerintah pada Kamis (30/4/2026), Khamenei menegaskan bahwa kemampuan nuklir dan rudal Iran tidak akan dinegosiasikan. Ia menyebut seluruh kapasitas strategis Iran merupakan bagian dari identitas bangsa.
“Sembilan puluh juta warga Iran yang bangga dan terhormat di dalam dan luar negeri menganggap seluruh kapasitas berbasis identitas Iran—baik spiritual, manusia, ilmiah, industri, maupun teknologi—dari nanoteknologi dan bioteknologi hingga kemampuan nuklir dan rudal—sebagai sesuatu yang bersifat nasional,” kata Mojtaba, seperti dikutip Associated Press.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Usir” AS dari Teluk, Klaim Kelola Selat Hormuz demi Kebaikan Kawasan
Ia juga melontarkan retorika keras terhadap Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa satu-satunya tempat bagi warga Amerika di Teluk Persia adalah “di dasar laut,” serta menyebut kawasan tersebut sedang memasuki “babak baru” dalam sejarah.
Tekanan AS
Sikap tegas Iran muncul di tengah tekanan besar dari AS yang berupaya membatasi program nuklir Teheran melalui serangan udara dan kesepakatan politik.
Washington juga memberlakukan blokade laut untuk menghentikan ekspor minyak Iran, yang menjadi sumber pendapatan utama negara tersebut.
Blokade ini telah memaksa puluhan kapal komersial berbalik arah dan berpotensi menghentikan produksi minyak Iran karena keterbatasan penyimpanan.
Di sisi lain, AS juga mendorong pembentukan kerja sama internasional guna memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Dalam komunikasi diplomatiknya, AS menyebut inisiatif tersebut sebagai respons defensif.
“Komitmen ini mencerminkan konsensus internasional yang luas tentang perlunya tindakan terkoordinasi untuk melawan provokasi maritim Iran dan memastikan hak serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” demikian isi kabel diplomatik tersebut.
Selat Hormuz jadi titik tekanan
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.
Ketegangan di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena jalur ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Baca juga: Mojtaba Khamenei “Muncul” Perdana Usai Gencatan Senjata, Klaim Menang Perang
Iran mempertahankan kontrol atas wilayah tersebut dan bahkan dilaporkan mengenakan biaya hingga jutaan dollar bagi kapal yang melintas.
Mojtaba menegaskan bahwa pengelolaan Iran atas selat itu akan meningkatkan keamanan kawasan.
Ia menyebut “aturan hukum dan manajemen baru” Iran akan menguntungkan negara-negara di kawasan, meski banyak pihak internasional menganggap jalur tersebut sebagai perairan bebas.
Dampaknya, harga minyak dunia melonjak tajam, dengan Brent crude sempat menyentuh 126 dollar AS (sekitar Rp 2,1 juta) per barrel, memberikan tekanan tambahan pada ekonomi global dan kebijakan AS.
Diplomasi mandek
Meski tekanan meningkat, upaya diplomasi masih berlangsung. Pakistan disebut memfasilitasi pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS, serta mendorong komunikasi langsung untuk meredakan ketegangan.
Namun, proposal terbaru Iran justru mengarah pada penundaan pembahasan program nuklir, yang menjadi salah satu alasan utama AS melancarkan operasi militernya.
Iran sendiri terus bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai, meski telah memperkaya uranium hingga mendekati tingkat senjata.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Disebut Akan Pakai Kaki Palsu, Wajah Bakal Dioperasi Plastik
Tag: #bisa #dinego #mojtaba #khamenei #bersikukuh #pertahankan #nuklir #iran