Trump Melunak, AS-Iran Makin Dekati Akhir Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut tengah menyederhanakan sejumlah isu dalam perundingan damai agar kelompok moderat di tubuh pemerintahan Iran bisa kembali ke meja negosiasi.(AFP/JIM WATSON)
08:24
7 Mei 2026

Trump Melunak, AS-Iran Makin Dekati Akhir Perang

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan awal berupa memorandum singkat untuk mengakhiri konflik yang disebut sebagai “perang Iran”.

Dilansir CNN, Rabu (6/5/2026), Presiden AS Donald Trump disebut tengah menyederhanakan sejumlah isu dalam perundingan damai agar kelompok moderat di tubuh pemerintahan Iran bisa kembali ke meja negosiasi.

“Tujuannya adalah menangani isu-isu yang lebih sulit pada tahap berikutnya,” kata sumber tersebut.

Baca juga: Coba Terobos Blokade AS, Kapal Tanker Iran Dilaporkan Ditembaki

Di sisi lain, Gedung Putih menerima laporan positif dari mediator Pakistan pada Selasa bahwa pihak Iran mulai bergerak ke arah kompromi.

Namun, dua pejabat pemerintahan AS yang dikutip CNN tetap berhati-hati terhadap optimisme tersebut.

Rancangan kesepakatan satu lembar

Menurut seorang sumber yang mengetahui isi pembahasan internal, terdapat rancangan dokumen satu halaman yang menjadi inti pembicaraan.

Dokumen itu disebut akan menyatakan berakhirnya perang, sekaligus membuka periode negosiasi selama 30 hari untuk menyelesaikan isu-isu krusial seperti program nuklir, pembekuan aset Iran, serta masa depan keamanan di Selat Hormuz.

Rancangan tersebut juga memuat usulan moratorium atau penangguhan pengayaan uranium lebih dari 10 tahun, lebih singkat dibanding proposal sebelumnya dari AS yang mencapai 20 tahun.

Selain itu, Iran juga diminta mengirim stok uranium yang telah diperkaya tinggi ke luar negeri, meski detail teknisnya masih dinegosiasikan.

Dalam wawancara dengan PBS News, Trump mengatakan, “Teheran akan mengirim material itu ke Amerika Serikat dan berjanji tidak akan mengoperasikan fasilitas bawah tanahnya.”

Namun, ide pengiriman uranium ke AS sebelumnya disebut menjadi salah satu faktor kegagalan pembicaraan Wakil Presiden JD Vance dengan pihak Iran di Pakistan bulan lalu.

Iran masih menelaah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa proposal terbaru Amerika Serikat masih dalam tahap kajian.

“Rencana dan proposal AS masih ditinjau oleh Iran. Setelah menyelesaikan pandangannya, Iran akan menyampaikannya kepada pihak Pakistan,” kata Baghaei kepada media Iran ISNA.

Baca juga: Aliansi CICA Bisa Jadi Jalan Keluar Perang Iran, Apa Itu?

Pergeseran operasi AS

Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.

Di tengah proses diplomasi, dinamika di lapangan juga ikut berubah. Laporan menyebut Pakistan sebelumnya menyampaikan kabar positif yang mendorong Trump mengumumkan penundaan operasi “Project Freedom”, yaitu misi untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan selat.

Penundaan itu dilakukan setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa operasi lain bernama “Operation Epic Fury” telah berakhir dan fokus pemerintahan kini dialihkan ke “Project Freedom”.

Namun, sumber regional mengatakan, semakin keras tekanan militer dan operasi tersebut dijalankan, semakin menguat pula suara kelompok garis keras di Iran.

Trump optimistis tapi tetap waspada

Meski menunjukkan optimisme, Trump mengakui bahwa negosiasi dengan Iran bukan hal yang mudah dicapai.

“Ya, saya rasa begitu, tapi saya pernah merasa seperti itu sebelumnya terhadap mereka, jadi kita lihat saja apa yang terjadi,” ujarnya kepada PBS News.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump juga melontarkan ancaman baru melalui Truth Social.

Ia menyebut jika kesepakatan tidak tercapai, maka “pengeboman akan dimulai” dengan “tingkat dan intensitas yang lebih tinggi dari sebelumnya”.

Para pejabat pemerintahan AS menyebut prioritas utama Trump saat ini adalah menemukan jalan keluar diplomatik dari konflik serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz secepat mungkin.

Sebelumnya, Gedung Putih juga sempat menargetkan kesepakatan kerangka besar yang mencakup komitmen Iran menghentikan pengayaan nuklir, pelonggaran pembatasan di Selat Hormuz, serta pelonggaran sanksi AS dan pelepasan dana Iran yang dibekukan.

Rencana tersebut sebelumnya digagas oleh JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner, sebelum pembicaraan gagal akibat perbedaan internal di pihak Iran.

Baca juga: Di Balik Drone Shahed Iran, Peran Rahasia China Mulai Terungkap

Tag:  #trump #melunak #iran #makin #dekati #akhir #perang

KOMENTAR