Perancis Beri Sanksi ke Iran, Akan Dicabut dengan Syarat Khusus
- Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noel Barrot menolak kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran selama Selat Hormuz masih ditutup.
Seperti diketahui, sejumlah negara masih memberlakukan serangkaian sanksi dan langkah-langkah pembatasan lainnya ke Teheran, termasuk Paris.
"Kami sendiri telah memberlakukan sanksi signifikan terhadap Iran. Tetapi tidak mungkin sanksi apa pun dicabut selama Selat Hormuz masih diblokade," kata Barrot dilansir Anadolu, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Tinggal Tunggu Lampu Hijau, Kapal Induk Perancis Siap Lancarkan Operasi di Selat Hormuz
Dia menekankan perlunya membuka kembali selat tersebut dalam jangka pendek, dan mencatat upaya itu menjad "kebaikan bersama umat manusia."
“Itu (Selat Hormuz) tidak dapat diblokade, dikenakan biaya tol, atau digunakan sebagai alat tawar-menawar maupun pemerasan,” tambah Barrot.
Ia menambahkan mereka harus memastikan tidak akan pernah lagi berada dalam situasi di mana kapal-kapal dipaksa untuk membayar harga perang yang tidak mereka pilih.
Baca juga: AS Tunda Pengawalan, Kapal Perancis Langsung Diserang di Selat Hormuz
"Itulah mengapa kita harus fokus pada (...) bagaimana Eropa dapat melepaskan diri dari semua ketergantungan pada hidrokarbon dan minyak. Tidak lagi bergantung pada minyak, tidak lagi bergantung pada teknologi digital”
“Singkatnya, tidak lagi bergantung pada hal-hal yang, dengan satu atau lain cara, menyeret kita ke dalam konflik, bencana, dan krisis di mana kita bukanlah peserta," tegas dia.
Barrot menggambarkan serangan baru-baru ini terhadap kapal milik perusahaan pelayaran Perancis CMA CGM, tidak dapat diterima dan patut dikutuk.
Baca juga: Hizbullah Bantah Terlibat Serangan yang Menewaskan Tentara UNIFIL Perancis
AS dan Iran semakin berpeluang mengakhiri konflik
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan awal berupa memorandum singkat untuk mengakhiri konflik yang disebut sebagai “perang Iran”.
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (6/5/2026), Presiden AS Donald Trump tengah menyederhanakan sejumlah isu dalam perundingan damai agar kelompok moderat di tubuh pemerintahan Iran bisa kembali ke meja negosiasi.
Di sisi lain, Gedung Putih menerima laporan positif dari mediator Pakistan pada Selasa bahwa pihak Iran mulai bergerak ke arah kompromi.
Salah satu kompromi yang dibahas adalah membatasi sementara pengayaan uranium Iran sambil memungkinkan pelonggaran sanksi secara bertahap dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Baca juga: Iran Akan Bantu Kapal-kapal di Selat Hormuz, Siapkan Pasokan dan Medis
Saat ini, Iran tengah meninjau proposal baru AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Usulan Amerika masih ditinjau oleh Iran dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, kepada media Iran ISNA.
Para pejabat dari kedua belah pihak dikabarkan mengisyaratkan optimisme yang hati-hati bahwa negosiasi mungkin akan menghasilkan nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali pembicaraan diplomatik yang lebih luas.
Tag: #perancis #beri #sanksi #iran #akan #dicabut #dengan #syarat #khusus