Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Ini Cara Ceknya Menurut Dokter
Ilustrasi(FREEPIK)
16:05
14 April 2026

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Ini Cara Ceknya Menurut Dokter

– Kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung, serangan jantung, hingga stroke. Namun, kondisi ini sering kali tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala di tahap awal.

Dokter spesialis jantung Tracy Paeschke menjelaskan bahwa kolesterol merupakan zat lemak yang beredar dalam darah dan dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel serta hormon.

“Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membentuk sel yang sehat, tetapi kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah,” ujarnya, dikutip dari Prevention, Selasa (14/4/2026).

Penumpukan plak tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Baca juga: 5 Cara untuk Meningkatkan Kolesterol Baik

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala

Di sisi lain, dokter jantung Kevin Shah menegaskan bahwa kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan tanda fisik yang jelas.

“Sayangnya, tidak ada tanda fisik yang benar-benar bisa diandalkan. Kolesterol tinggi biasanya bersifat ‘silent’ atau tanpa gejala,” jelasnya.

Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari kondisinya hingga muncul komplikasi yang lebih serius.

Gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau mudah lelah saat beraktivitas biasanya baru muncul ketika kondisi sudah berkembang lebih lanjut.

Baca juga: Mengapa Kolesterol Tak Turun Juga? Cek Penyebab Ini

Satu-satunya Cara Mengetahui Kolesterol Tinggi

Para ahli menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui pemeriksaan darah.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kadar kolesterol secara menyeluruh, termasuk kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL).

Menurut Paeschke, kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, sementara kadar HDL yang rendah membuat tubuh kurang efektif membersihkan kolesterol dari darah.

Selain pemeriksaan, penting juga untuk memahami faktor risiko yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. 

Beberapa di antaranya adalah pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta kondisi medis seperti obesitas dan diabetes.

Faktor genetik juga dapat berperan sehingga seseorang tetap berisiko mengalami kolesterol tinggi meskipun sudah menjalani gaya hidup sehat. 

Oleh sebab itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Dengan mengetahui faktor risiko sejak dini, seseorang dapat melakukan perubahan gaya hidup yang lebih tepat untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal.

Baca juga: Diet Portofolio Efektif Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Kapan Harus Periksa Kolesterol?

Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan secara rutin, meskipun tidak mengalami gejala.

Paeschke mengatakan bahwa pedoman terbaru menyarankan pemeriksaan kadar lemak darah pada anak usia 9–11 tahun, serta dilakukan secara rutin setiap lima tahun pada orang dewasa mulai usia 19 tahun.

Selain itu, pemeriksaan kadar lemak darah juga disarankan setidaknya sekali seumur hidup karena kadar yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Waspadai Gejala pada Kondisi Lanjut

Meskipun jarang menimbulkan gejala di awal, kolesterol tinggi yang tidak ditangani dalam jangka panjang dapat memicu tanda-tanda tertentu.

Beberapa di antaranya adalah nyeri dada, sesak napas, atau penurunan kemampuan beraktivitas.

Pada kondisi genetik tertentu, kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan munculnya penumpukan lemak berwarna kekuningan pada kulit atau sekitar mata.

Baca juga: Cara Aman Makan Daging Kurban bagi Penderita Kolesterol, Simak Anjuran Dokter

Pentingnya Pemeriksaan dan Gaya Hidup Sehat

Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kolesterol tinggi sejak dini.

Selain itu, menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Melalui deteksi dini dan gaya hidup yang tepat, seseorang dapat mengurangi risiko komplikasi akibat kolesterol tinggi.

Baca juga: Bolehkah Penderita Hipertensi dan Kolestrol Tinggi Makan Opor? Dokter Jelaskan Aturannya

Tag:  #kolesterol #tinggi #sering #tanpa #gejala #cara #ceknya #menurut #dokter

KOMENTAR