Hubungan RI-Iran Sudah 75 Tahun, Sempat Ada Tawaran Kolaborasi Alutsista
Ilustrasi Iran.(SHUTTERSTOCK)
17:42
30 Maret 2026

Hubungan RI-Iran Sudah 75 Tahun, Sempat Ada Tawaran Kolaborasi Alutsista

- Di luar kabar terkini soal tertahannya dua kapal tanker Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz, sebenarnya hubungan Republik Indonesia dan Republik Islam Iran sudah terjalin 75 tahun.

Kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro belum juga bisa melewati Selat Hormuz di tengah situasi perang Iran versus koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Padahal, beberapa kapal tanker seperti Malaysia dan Thailand sudah bisa melintas di selat yang dikuasai oleh Pemerintah Iran tersebut.

Komunikasi, koordinasi, dan ragam upaya dilakukan Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mawengkang, menjelaskan Kedutaan Besar RI di Teheran dan pihak Pertamina mendapat jawaban wangi dari pemerintah Iran.

"Berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, terdapat pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata Yvonne pada Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Kejagung Lelang Kapal Tanker Berbendera Iran Senilai Rp 1,1 Triliun

Kini Indonesia tinggal menyiapkan hal teknis, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal sebelum siap melintas.

Koordinasi intens tersebut tak lain menjadi bagian sejarah panjang hubungan Iran dengan Indonesia yang terjaga selama puluhan tahun.

Lantas seperti apa hubungan diplomatik kedua negara tersebut bermula dan hingga kini terjalin semakin kuat?

Pertemuan intens setiap kesempatan

Hubungan diplomasi antara Indonesia dan Iran dimulai pada 1950. Dilansir repositori Kementerian Luar Negeri RI, diakses Senin (30/3/2026).

Hubungan awal pada tingkat kedutaan kemudian dinaikkan tingkatnya menjadi Kedutaan Besar RI pada tahun 1960.

Dalam usia diplomasi puluhan tahun, beragam kunjungan kerja pernah dijalankan pemerintah Iran ke Indonesia.

Pada Mei 2023, Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi bertandang ke Indonesia. Selain bertemu Presiden Joko Widodo, Raisi juga menyempatkan diri salat di Masjid Istiqlal Jakarta.

Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (23/5/2022). Kompas.com/ Dian Erika Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (23/5/2022).

Kunjungan lainnya dilakukan Wakil Presiden Iran urusan Perempuan dan Keluarga pada Desember 2023 dan menandatangani MoU kerja sama bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Aksi balas kunjungan terus terjadi, seperti Kunjungan Ketua Mahkamah Agung RI ke Teheran pada September 2022, pertemuan virtual Menteri PPPA dengan Wapres Iran Urusan Perempuan dan Keluarga pada Juli 2021, dan kunjungan Ketua Parlemen Iran dan delegasi ke Jakarta pada Mei 2025.

Baca juga: RI-Iran Teken 10 Kerja Sama, dari Bidang Teknologi hingga Pemberantasan Narkotika

Pertemuan intens juga tak hanya dilakukan di negara masing-masing, saat pertemuan internasional Iran dan Indonesia juga sering menggelar pertemuan.

Misalnya pertemuan Menlu RI Sugiono dengan Menlu Iran di sela-sela Segmen Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa pada 2025.

Pertemuan yang sama dilakukan juga saat konferensi tingkat tinggi D-8 di Istanbul, Turki pada 2024, dan KTT OKI di Gambia, Mei 2024.

Kerja sama ekonomi hingga pertahanan keamanan

Kerja sama kedua negara juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Masih data Kemlu RI, selama periode 2020-2024 nilai perdagangan kedua negara meningkat dengan nilai mencapai 217 dollar Amerika Serikat pada tahun 2024.

Iran juga menyumbang proyek Penanaman Modal Asing (PMA) senilai 1,7 juta USD dengan sektor reparasi, perkantoran, hotel, restoran yang terpusat di Jakarta, Bali, dan Jawa Tengah.

Kunjungan wisata Iran ke Indonesia juga terkam mencapai 9.230 orang pada 2024, meningkat 28,6 persen dari tahun sebelumnya.

Kerja sama kedua negara juga merambah pada sektor pertahanan dan keamanan dengan perkembangan positif.

Baca juga: Dua Kapal Pertamina Tertahan, RI-Iran Bahas Teknis Lintasi Selat Hormuz

Saat Presiden Prabowo Subianto menjadi Menhan, tepatnya pada November 2022, Indonesia menandatangani Letter of Intent kerja sama bidang pertahanan.

Kerja sama tersebut terkait dengan pertukaran kunjungan pejabat tinggi, peningkatan kerja sama dalam pendidikan dan pelatihan militer.

Perluang lainnya juga disinggung seperti peningkatan kapasitas SDM lewat pendidikan latihan pertahanan kedua negara.


Iran saat itu menawarkan kolaborasi dalam bidang produksi bersama alutsista dan transfer teknologi untuk mendukung pengembangan industri pertahanan di Indonesia.

Kerja sama juga dijajal bidang kesehatan, riset, dan teknologi, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kesamaan dalam membela kemerdekaan Palestina

Kesamaan langkah politik luar negeri Indonesia dan Iran berada pada perjuangan memerdekakan Palestina dari pejajahan Zionis Israel.

Hal ini pernah disinggung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat peringatan Hari Nasional ke-46 Republik Islam Iran dan 75 tahun hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia digelar di Jakarta, Juli 2025.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat ditemui di rumah dinasnya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat ditemui di rumah dinasnya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Dilansir dari situs Kedubes Iran di Jakarta, Senin (30/3/2026). Boroujerdi menggarisbawahi posisi dan langkah-langkah Iran serta Indonesia yang berakar pada prinsip-prinsip Islam dan kerangka hukum kedua negara.

Ia menegaskan bahwa Iran tetap berada di garis depan dalam memberikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina, khususnya di tengah meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel pada saat itu.

Tag:  #hubungan #iran #sudah #tahun #sempat #tawaran #kolaborasi #alutsista

KOMENTAR