TNI AU Siagakan Helikopter Proses Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono
Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Triwibowo menyatakan TNI AU menyiagakan kekuatan udara untuk keperluan evakuasi korban bencana erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara.
“Nanti manakala dibutuhkan, tentu saja kita siagakan helikopter kita yang ada di ATS (Atang Senjaya) dan kekuatan yang lain,” kata dia saat ditemui di GOR Antarikshe, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2026).
Minggit mengatakan, penanganan bencana alam merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dijalankan TNI.
Baca juga: Berpacu dengan Erupsi! Hari Kedua Perjuangan 103 Personel SAR Cari Pendaki Dukono yang Hilang
Ia mengatakan, TNI AU sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam penanganan bencana di Sumatera.
Operasi tersebut ditangani jajaran Komando Daerah Udara (Kodau) I dan menjadi bahan evaluasi dalam menghadapi situasi serupa di daerah lain.
“Bencana alam ini menjadi bagian dari tugas kita juga, OMSP,” ucap Minggit.
Diberitakan sebelumnya, satu orang pendaki lokal di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat erupsi pada Jumat (8/5/2026) pagi, ditemukan tewas.
Baca juga: Luka Bakar Ringan, 7 WNA Singapura yang Selamat dari Erupsi Dukono Pulang Besok
Korban berjenis kelamin perempuan atas nama Angel warga Kota Jayapura, Provinsi Papua.
"Korban bernama Angel, warga Jayapura yang sudah lama di Ternate," kata Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, Jumat (8/5/2026).
Sebelumnya, dua warga negara asing (WNA) asal Singapura juga ditemukan tewas.
Yakni, pria atas nama Timo dan perempuan bernama Sahnas.
Erlichson mengatakan, total pendaki ada 20 orang.
Baca juga: Gunung Dukono Masih Berstatus Waspada, PVMBG Imbau Tak Ada Aktivitas di Sekitar Kawah
Sebanyak 15 orang selamat dan sudah ada di pos pengamatan di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
"Sedangkan dua orang (korban selamat) mau ikut membantu tim SAR untuk lakukan evakuasi korban meninggal dunia," jelas Erlichson.
Dia juga menyampaikan, sampai saat ini ketiga jenazah masih berada di puncak gunung.
Tim SAR gabungan masih melakukan upaya evakuasi karena cuaca di atas gunung masih hujan.
Baca juga: Mengapa Masih Ada yang Nekat? Fakta di Balik Tragedi Pendakian Ilegal Gunung Dukono
Ia menambahkan, jarak dari pos pengamatan Gunung Dukono ke titik korban meninggal dunia, diperkirakan lebih dari 10 kilometer.
Tag: #siagakan #helikopter #proses #evakuasi #korban #erupsi #gunung #dukono