Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
Ilustrasi Gen Z yang gemar menggunakan Pinjol. [Dok Suara.com]
18:51
20 Mei 2026

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Generasi Muda atau Gen Z mulai membiasakan diri untuk menggunakan injaman online (pinjol) dan layanan buy now pay later (BNPL) untuk memenuhi kehidupan pribadi. Padahal, anak muda harusnya mulai membangun kebiasaan investasi untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 48,65 persen kredit macet pinjaman online per Maret 2026 berasal dari kelompok usia 19 hingga 34 tahun.

Pada periode yang sama, outstanding pinjol nasional tercatat mencapai Rp101,03 triliun atau tumbuh 26,25 persen secara tahunan. Sementara total utang BNPL menembus Rp28,3 triliun dengan jumlah pengguna mencapai 30,81 juta orang.

Melihat kondisi tersebut, Indodax mendorong generasi muda mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat melalui investasi rutin.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian menilai tingginya penggunaan pinjol dan paylater menunjukkan adanya ketimpangan antara pola konsumsi digital dengan kesiapan membangun kondisi finansial jangka panjang.

OJK menyampaikan kredit macet pinjaman daring melonjak. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]OJK menyampaikan kredit macet pinjaman daring melonjak. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]

"Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan layanan keuangan digital. Namun di saat yang sama, banyak yang belum memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara konsisten. Padahal, membangun kondisi finansial yang sehat tidak selalu harus dimulai dari nominal besar. Langkah sederhana seperti menyisihkan setidaknya 5% dana dingin dari penghasilan untuk investasi rutin dapat membentuk disiplin finansial dalam jangka panjang," ujar Aloysia di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, kemudahan akses kredit digital dan gaya hidup serba instan membuat generasi muda semakin rentan terjebak perilaku konsumtif yang berpotensi memengaruhi stabilitas finansial di masa depan.

OJK juga mencatat rasio kredit bermasalah pinjol atau TWP90 per Maret 2026 mencapai 4,52 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pengelolaan keuangan masyarakat masih menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Tak hanya berdampak pada kondisi keuangan saat ini, riwayat pinjaman dan kedisiplinan pembayaran juga dapat memengaruhi akses pembiayaan di masa depan.

"Banyak generasi muda belum menyadari bahwa riwayat finansial hari ini dapat berdampak pada akses keuangan mereka di masa depan. Karena itu, penting untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, tidak hanya dalam mengelola konsumsi, tetapi juga dalam berinvestasi dan membangun aset secara konsisten," lanjut Aloysia.

Untuk mendukung kebiasaan investasi tersebut, Indodax menyediakan fitur Investasi Rutin yang memungkinkan pengguna melakukan investasi otomatis secara terjadwal.

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang telah beroperasi lebih dari 12 tahun di Indonesia, Indodax menyatakan akan terus memperkuat edukasi finansial bagi masyarakat, termasuk membantu pengguna pemula memahami risiko dan prinsip dasar investasi di era digital.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #makin #akrab #dengan #paylater #tapi #belum #disiplin #investasi

KOMENTAR