Meta Mulai Gantikan Moderator Manusia dengan AI
- Cara Meta dalam menjaga "kebersihan" konten di platformnya, termasuk Facebook dan Instagram, mulai berubah.
Bukan lagi sepenuhnya bergantung pada moderator manusia, perusahaan kini mengandalkan sistem kecerdasan buatan (AI) sebagai garda depan dalam menyaring konten.
Langkah ini menandai pergeseran besar dalam cara platform media sosial milik Meta mengelola miliaran unggahan setiap harinya.
Di balik layar, tugas yang dulunya dikerjakan manusia, mulai dari meninjau konten sensitif hingga mendeteksi pelanggaran, perlahan dialihkan ke mesin.
Dalam pernyataannya, Meta menyebut bahwa dalam beberapa tahun ke depan, sistem AI akan mengambil peran lebih besar dalam memoderasi konten.
Perusahaan menyatakan, mereka akan mulai menerapkan sistem AI yang lebih canggih di seluruh aplikasi Meta.
"Seiring proses ini, kami akan mengurangi ketergantungan pada vendor pihak ketiga untuk penegakan konten dan lebih fokus memperkuat sistem serta tenaga kerja internal kami," demikian pernyataan Meta.
Baca juga: Mark Zuckerberg Beli Rumah Termahal di Bunker Miliarder
Dari manusia ke mesin
Selama ini, proses moderasi konten di platform, seperti Facebook dan Instagram banyak bergantung pada tenaga manusia, termasuk dari pihak ketiga. Mereka bertugas menyaring konten-konten bermasalah, mulai dari kekerasan, pornografi, hingga penipuan.
Namun, pendekatan ini diperkirakan tidak akan bertahan lama. Pekerja manusia dihadapkan pada volume konten yang terus meningkat, sementara pekerjaan moderasi sendiri bersifat repetitif dan dapat menimbulkan tekanan mental bagi pekerja.
Nah di sinilah peran AI menjadi lebih unggul. Teknologi ini dianggap mampu bekerja tanpa henti terutama saat menangani volume konten dalam skala besar.
Meta menilai, teknologi AI cocok untuk tugas-tugas seperti meninjau konten grafis secara berulang. Sistem ini juga mampu mendeteksi pola pelanggaran yang terus berubah, seperti penjualan obat terlarang atau penipuan di platformnya.
Kendati demikian, kata Meta, pekerja manusia belum sepenuhnya ditinggalkan. Meta menegaskan bahwa moderator manusia tetap dibutuhkan sebagai pengawas dan pemberi arahan bagi sistem AI ke depannya.
Penggantian tenaga kerja berkedok "efisiensi"
Pengumuman peralihan tenaga manusia ke mesin AI berbarengan dengan isu efisiensi di internal Meta. Laporan terbaru menyebut, perusahaan yang berbasis di California, AS itu berencana memangkas hingga 20 persen tenaga kerjanya.
Di saat yang sama, CEO Meta, Mark Zuckerberg juga beberapa kali dalam wawancaranya menyatakan bahwa AI berpotensi menggantikan berbagai jenis pekerjaan, termasuk peran seperti engineer tingkat menengah.
Penggunaan AI dalam melakukan moderasi konten pun tidak luput dari risiko. Belum lama ini, dilaporkan adanya insiden keamanan yang melibatkan agen AI di Meta. Laporan menyebut, sistem AI di internal secara tidak sengaja membocorkan data sensitif karyawan.
Kasus ini menjadi pengingat kecil bahwa teknologi AI yang belum sepenuhnya matang, masih memiliki banyak celah. Apalagi, melihat Meta yang punya ambisi besar untuk menerapkan sistem ini ke semua lini produknya.
Baca juga: Zuckerberg Rancang AI Jadi Boss, Bakal Atur Ribuan Karyawan Facebook dkk
AI makin masuk ke semua lini
Meta juga mengumumkan perluasan peluncuran asisten dukungan Meta AI dalam bentuk chatbot AI ke layanan pengguna di platformnya.
Chatbot ini dirancang untuk memberikan panduan atau solusi atas berbagai masalah akun yang paling sering terjadi. Bot ini juga diklaim dapat mengurangi jumlah permintaan bantuan yang masuk ke tim manusia Meta.
"Asisten ini memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan, seperti pengaturan notifikasi atau fitur baru. Jika diinginkan, bot juga dapat mengambil tindakan untuk Anda dalam berbagai permintaan langsung di Facebook dan ke depannya di Instagram," tulis Meta.
Adapun sebelum pengumuman perluasan ini, Meta sempat memperkenalkan bot asisten Meta AI pada Desember 2025. Kini semua pengguna Facebook dapat mengakses chatbot tersebut melalui opsi di aplikasi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari SocialMediaToday.