Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI
Handala Hack Team
14:16
30 Maret 2026

Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI

Handala Hack Team mendadak mencuri perhatian usai aksinya membobol informasi rahasia berkaitan inltejen AS-Israel.

Kelompok ini mengeklaim telah berhasil melumpuhkan sistem keamanan FBI dan membobol akun email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.

Aksi ini disebut sebagai serangan balasan setelah domain milik Handala disita pemerintah AS pasca-peretasan perusahaan teknologi medis, Stryker.

"Informasi rahasia Kash Patel, termasuk email, dokumen, dan file sensitif lainnya kini tersedia untuk publik," tulis pernyataan kelompok tersebut melalui saluran Telegram mereka. Pejabat AS mengonfirmasi bahwa peretasan tersebut memang terjadi dan sebagian materi yang bocor tampak otentik.

Lantas, siapa sebenarnya kelompok di balik nama "Handala" ini?

Simbol Perlawanan dari Karakter Kartun

Nama "Handala" sendiri bukanlah kata sembarangan. Nama ini diambil dari karakter kartun politik legendaris yang diciptakan pada tahun 1969 oleh Naji al-Ali.

Karakter anak kecil yang membelakangi penonton ini merupakan simbol personifikasi rakyat Palestina dan lambang perlawanan terhadap penindasan.

Dengan menggunakan identitas ini, kelompok tersebut memosisikan diri mereka sebagai pejuang siber pro-Palestina.

Meskipun tampil sebagai kelompok aktivis (hacktivist), para peneliti keamanan siber Barat dan pejabat Amerika Serikat memiliki pandangan berbeda. Handala secara luas diyakini sebagai kedok bagi operasi intelijen pemerintah Iran.

Berdasarkan laporan Govinfosecurity, kelompok ini diduga kuat dioperasikan di bawah Kementerian Intelijen Iran. Para ahli keamanan siber melacak mereka melalui berbagai nama sandi, antara lain, Banished Kitten, Storm-0842, dan Void Manticore (menurut laporan Check Point Software).

Lembaga riset Check Point menyebut Void Manticore sebagai salah satu kelompok paling agresif dalam menjalankan tujuan strategis rezim Teheran melalui operasi siber.

Gary Warner dari DarkTower juga menambahkan bahwa Handala berada di "kelas yang berbeda" dibandingkan kelompok peretas amatir lainnya karena kecanggihan teknik serangan mereka.

Handala dikenal sering menggabungkan pencurian data (data breach) dengan kebocoran publik yang bertujuan untuk mempermalukan atau mengintimidasi targetnya.

Mereka tidak hanya mencuri informasi, tetapi juga melakukan sabotase infrastruktur.

Contoh nyata adalah serangan terhadap perusahaan medis Stryker. Para peretas diduga berhasil menyusup ke infrastruktur Active Directory dan menggunakan alat manajemen Microsoft Intune untuk menghapus data dari perangkat dan peladen (server) secara jarak jauh, yang mengganggu operasi medis global.

Buronan Internasional Senilai 10 Juta Dolar AS

Mengingat aktivitasnya yang melampaui batas aktivisme biasa dan masuk ke ranah operasi negara, Pemerintah AS telah menetapkan Handala sebagai ancaman serius.

Departemen Luar Negeri AS bahkan mengumumkan imbalan hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp160 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada identifikasi atau lokasi anggota kelompok ini.

Keterlibatan Handala semakin intens sejak pecahnya konflik terbuka pada akhir Februari 2026, di mana mereka digunakan untuk mendukung respons Teheran terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.

Kontributor : Rizqi Amalia

Editor: M Nurhadi

Tag:  #mengenal #handala #hack #team #hacker #palestina #yang #serang #sistem

KOMENTAR