Varian Covid-19 “Cicada” Terdeteksi di Banyak Negara, Ini Gejala dan Faktanya
Ilustrasi Covid-19. Varian Covid-19 ?Cicada? mulai terdeteksi di berbagai negara dengan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai.(canva.com)
19:42
29 Maret 2026

Varian Covid-19 “Cicada” Terdeteksi di Banyak Negara, Ini Gejala dan Faktanya

Varian baru Covid-19 bernama “Cicada” mulai menjadi perhatian setelah terdeteksi di lebih dari 20 negara dan memiliki jumlah mutasi yang tinggi.

Mengutip USA Today (25/3/2026), varian dengan kode BA.3.2 ini kini sedang dipantau oleh otoritas kesehatan dunia karena potensi penyebarannya.

Baca juga: Gejala Mirip Covid-19, Virus HKU5 Jadi Ancaman Pandemi Baru

Varian “Cicada” mulai menyebar secara global

Varian BA.3.2 dilaporkan telah ditemukan di sekitar 22 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan sejumlah negara di Eropa.

Di Amerika Serikat, varian ini bahkan telah terdeteksi di banyak wilayah, termasuk melalui pemantauan sampel limbah yang digunakan untuk melacak penyebaran virus.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebut varian ini sebagai salah satu yang perlu diawasi karena menunjukkan peningkatan kasus dalam pemantauan rutin.

“Pemantauan penyebaran BA.3.2 memberikan informasi penting terkait kemampuannya menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya atau vaksinasi,” tulis CDC dalam laporannya.

Meski belum menjadi varian dominan, kemunculannya di berbagai negara menunjukkan bahwa virus masih terus berkembang.

Baca juga: Varian Covid-19 Nimbus Meningkat: Vaksinasi Ulang Diperlukan untuk Cegah Penyebaran

Asal-usul dan alasan disebut “Cicada”

Ilustrasi virus. Varian Covid-19 ?Cicada? mulai terdeteksi di berbagai negara dengan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai.Freepik Ilustrasi virus. Varian Covid-19 ?Cicada? mulai terdeteksi di berbagai negara dengan sejumlah gejala yang perlu diwaspadai.

Nama “Cicada” digunakan karena varian ini sempat tidak terdeteksi dalam waktu lama sebelum akhirnya kembali muncul ke permukaan.

Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada November 2024 dari sampel saluran pernapasan.

Selama beberapa waktu, kasusnya hanya tercatat dalam jumlah kecil di database pemantauan genetik, sebelum akhirnya meningkat pada 2025 hingga awal 2026.

Para ahli menyebut varian ini memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi, jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan varian sebelumnya seperti JN.1.

Direktur medis National Foundation for Infectious Diseases (NFID), dr. Robert H. Hopkins Jr. menjelaskan bahwa banyaknya mutasi ini membuat varian tersebut cukup berbeda dari varian yang beredar sebelumnya.

Baca juga: Waspada Varian Baru Covid-19 XFG, Sudah Tersebar di 38 Negara

Gejala masih mirip dengan varian sebelumnya

Meski memiliki banyak mutasi, gejala varian Cicada dilaporkan tidak jauh berbeda dari Covid-19 sebelumnya. Gejala yang umum meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pilek
  • Hilangnya indera penciuman atau perasa

Selain itu, sakit tenggorokan parah juga dilaporkan sebagai salah satu gejala yang cukup sering muncul.

“Saya belum melihat data yang menunjukkan varian ini lebih parah dibandingkan varian yang beredar saat ini,” kata Hopkins.

Hal ini menunjukkan bahwa meski berbeda secara genetik, dampaknya terhadap gejala belum menunjukkan perubahan signifikan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik di AS, Varian Nimbus Jadi Pemicu Lonjakan Terbaru

Efektivitas vaksin dan potensi risiko

Para ahli menyebut banyaknya mutasi pada varian ini bisa memengaruhi kemampuan vaksin dalam mencegah infeksi.

Namun, vaksin yang tersedia saat ini masih dinilai mampu melindungi dari gejala berat dan risiko kematian.

Hopkins mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak varian ini secara keseluruhan.

Ia juga menyebut kemungkinan varian ini menjadi dominan tetap ada, meski belum dapat dipastikan.

Baca juga: 6 Tahun Lalu, Kasus Covid-19 Pertama Terkonfirmasi: Ini Kronologinya

Langkah pencegahan tetap perlu dilakukan

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa langkah pencegahan tetap penting untuk dilakukan.

Pakar kesehatan dari New York Institute of Technology College of Osteopathic Medicine, Rajendram Rajnarayanan menyarankan masyarakat untuk segera melakukan tes jika mengalami gejala.

“Jika positif, tetap di rumah sampai sembuh dan gunakan masker N95 saat berada di sekitar orang lain,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi dan booster untuk membantu mengurangi risiko penyakit yang lebih berat.

Selain itu, menjaga kebersihan dan memantau kondisi tubuh juga menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran.

Kemunculan varian Covid-19 “Cicada” menunjukkan bahwa virus masih terus berkembang dan perlu diawasi.

Meski belum terbukti lebih berbahaya, penyebarannya di banyak negara menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap diperlukan.

Langkah pencegahan sederhana dan kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci untuk mengurangi risiko penularan.

Baca juga: 7 Gejala Covid-19 Nimbus yang Harus Diwaspadai, Ada Batuk dan Nyeri

Tag:  #varian #covid #cicada #terdeteksi #banyak #negara #gejala #faktanya

KOMENTAR