Kopi Bisa Naikkan Tekanan Darah, Tapi Ternyata Tidak Sebabkan Hipertensi
Ilustrasi kopi. Penelitian terbaru menunjukkan kopi memang dapat menaikkan tekanan darah, tetapi tidak berkaitan dengan risiko hipertensi dalam jangka panjang.(Gambar dibuat dengan AI)
21:06
9 April 2026

Kopi Bisa Naikkan Tekanan Darah, Tapi Ternyata Tidak Sebabkan Hipertensi

Kopi sering dianggap sebagai penyebab tekanan darah tinggi, tetapi penelitian terbaru menunjukkan fakta yang berbeda.

Minuman ini memang bisa meningkatkan tekanan darah, namun hanya dalam waktu singkat.

Dalam jangka panjang, kopi tidak terbukti meningkatkan risiko hipertensi pada sebagian besar orang.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Senyawa Kopi yang Bekerja Lebih Kuat dari Obat Diabetes

Kafein picu kenaikan tekanan darah, tapi hanya sementara

Melansir ScitechDaily (31/3/2026), kafein dalam kopi dapat memicu peningkatan tekanan darah dalam waktu relatif singkat setelah dikonsumsi.

Efek ini biasanya muncul dalam rentang 30 menit hingga dua jam setelah minum kopi.

Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf dan meningkatkan detak jantung, sekaligus memicu pelepasan hormon adrenalin.

Respons tersebut membuat pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah ikut meningkat.

Meski demikian, efek ini tidak berlangsung lama dan akan menurun seiring tubuh memproses kafein.

Baca juga: Tak Cuma Kopi, Ini Penyebab Jantung Berdebar Menurut Dokter

Respons tubuh terhadap kopi tidak selalu sama

Ilustrasi kopi. Penelitian terbaru menunjukkan kopi memang dapat menaikkan tekanan darah, tetapi tidak berkaitan dengan risiko hipertensi dalam jangka panjang.PEXELS/ Yusril Khaerul Muslim Ilustrasi kopi. Penelitian terbaru menunjukkan kopi memang dapat menaikkan tekanan darah, tetapi tidak berkaitan dengan risiko hipertensi dalam jangka panjang.

Tidak semua orang merasakan efek yang sama setelah minum kopi.

Orang yang jarang mengonsumsi kopi cenderung lebih sensitif terhadap kafein sehingga kenaikan tekanan darah bisa terasa lebih jelas.

Sebaliknya, peminum kopi rutin biasanya memiliki toleransi lebih tinggi karena tubuh mereka lebih cepat memetabolisme kafein.

Faktor lain seperti usia, kondisi kesehatan, dan genetika juga memengaruhi bagaimana tubuh merespons kopi.

Baca juga: Studi: Minum Kopi Pagi Hari Turunkan Risiko Kematian akibat Penyakit Jantung

Studi besar: kopi tidak terkait hipertensi jangka panjang

Temuan menarik datang dari penelitian yang melibatkan sekitar 315.000 orang. Dalam studi tersebut, sekitar 64.650 peserta mengalami hipertensi selama masa pemantauan.

Namun, peneliti tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan peningkatan risiko tekanan darah tinggi.

Hasil ini tetap konsisten meskipun memperhitungkan berbagai faktor seperti jumlah konsumsi, jenis kopi, hingga kebiasaan merokok.

Artinya, konsumsi kopi dalam batas wajar tidak otomatis menyebabkan hipertensi.

Kopi juga mengandung senyawa yang berpotensi bermanfaat

Selain kafein, kopi mengandung ratusan senyawa aktif yang berpengaruh terhadap tubuh.

Beberapa di antaranya adalah melanoidin dan quinic acid yang diketahui berperan dalam mengatur tekanan darah.

Senyawa ini membantu menjaga fungsi pembuluh darah dan mendukung keseimbangan cairan dalam tubuh.

Temuan ini menunjukkan bahwa kopi tidak hanya memiliki efek stimulasi, tetapi juga potensi manfaat bagi kesehatan kardiovaskular.

Baca juga: Kopi Dicampur Santan, Amankah untuk Kesehatan? Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB

Perlu waspada pada kondisi tertentu

Meski aman bagi sebagian besar orang, konsumsi kopi tetap perlu diperhatikan pada kelompok tertentu.

Orang dengan tekanan darah sangat tinggi atau penyakit jantung perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi kafein.

Dalam studi di Jepang, risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular tercatat lebih tinggi pada individu dengan tekanan darah sangat tinggi yang mengonsumsi dua cangkir kopi atau lebih per hari.

Namun, risiko tersebut tidak ditemukan pada orang dengan tekanan darah normal atau hipertensi ringan.

Baca juga: Apakah Baik Minum Kopi Tanpa Gula di Pagi Hari? Ini Penjelasannya...

Batas aman konsumsi kopi

Para ahli menyarankan agar konsumsi kopi tetap dalam batas moderat.

Batas yang dianggap aman adalah hingga empat cangkir per hari atau memilih kopi tanpa kafein sebagai alternatif.

Bagi individu dengan tekanan darah tinggi, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan dikonsultasikan dengan tenaga medis.

Memahami respons tubuh terhadap kafein menjadi kunci agar konsumsi kopi tetap aman.

Kopi memang dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi efeknya hanya bersifat sementara.

Dalam jangka panjang, konsumsi kopi tidak terbukti meningkatkan risiko hipertensi pada sebagian besar orang.

Konsumsi yang moderat dan pemahaman kondisi tubuh tetap menjadi kunci untuk menikmati kopi tanpa khawatir berlebihan.

Baca juga: Amankah Makan Singkong Rebus dengan Kopi? Ini Penjelasan Ahli Gizi IPB

Tag:  #kopi #bisa #naikkan #tekanan #darah #tapi #ternyata #tidak #sebabkan #hipertensi

KOMENTAR