Pentingnya Nutrisi yang Tepat Saat Pemulihan Pasien Stroke
Kementrian Kesehatan menyebutkan, stroke merupakan penyakit penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia.
Penyebab utama stroke di Indonesia berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, merokok, kadar gula darah tinggi, serta terutama tekanan darah tinggi (hipertensi) yang menjadi faktor risiko paling dominan.
Dampak stroke tergantung pada bagian otak mana yang mengalami sumbatan maupun perdarahan. Gangguan itu dapat terjadi pada bagian otak yang berfungsi menjaga fungsi gerak otot, gangguan bicara, atau gangguan menelan, dan lain-lain.
Selama ini, fisioterapi kerap menjadi fokus utama dalam proses rehabilitasi karena berperan penting dalam melatih kembali kekuatan otot dan koordinasi gerak.
Baca juga: Waspada, Aritmia Tingkatkan Risiko Stroke hingga 5 Kali Lipat
Namun, ada aspek lain yang tak kalah krusial, yakni pemenuhan nutrisi saraf melalui konsumsi suplemen yang tepat.
Pada fase pasca stroke, sel-sel otak berada dalam kondisi sangat rentan, di mana gangguan produksi energi dapat mempercepat kematian sel dan memperburuk luaran klinis jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menghadirkan Cytoflavin sebagai terapi neuroprotektor yang dirancang untuk mendukung metabolisme dan respirasi seluler pada pasien stroke.
Dalam kondisi iskemik, gangguan fungsi mitokondria dan penurunan produksi energi menjadi faktor kunci dalam progresivitas cedera jaringan otak.
Baca juga: Apa Bedanya Stroke Ringan (TIA) dan Stroke Biasa? Ini Penjelasan Dokter Saraf
Direktur PYFA Antes Eko Prasetyo menjelaskan bahwa pergeseran tren serangan stroke ke usia produktif di bawah 40 tahun menjadi urgensi bagi PYFA untuk menghadirkan inovasi terapi standar global.
"Melalui distribusi Cytoflavin, kami ingin memastikan para tenaga kesehatan di Indonesia memiliki akses terhadap opsi terapi yang tepat untuk mendukung proses pemulihan pasien stroke secara optimal," ujar Antes.
Terapi ini berbentuk ampul atau suntikan yang diresepkan oleh dokter.
Antes mengatakan, sepanjang tahun 2025, PYFA aktif berkolaborasi dalam lebih dari 30 forum dan seminar ilmiah neurologi di berbagai kota besar Indonesia sebagai bagian dari komitmen edukasi berkelanjutan kepada tenaga medis.
Baca juga: Merawat Kesehatan Otak untuk Ketahanan Mental
Tag: #pentingnya #nutrisi #yang #tepat #saat #pemulihan #pasien #stroke