Perbedaan Ciri Sindrom Turner pada Bayi, Anak, dan Remaja
Ilustrasi pertumbuhan anak. Gejala sindrom Turner dapat berbeda di setiap tahap usia, mulai dari bayi hingga remaja, sehingga orang tua perlu mengenali tanda-tandanya sejak dini.(Shutterstock/Yuganov Konstantin)
19:36
27 April 2026

Perbedaan Ciri Sindrom Turner pada Bayi, Anak, dan Remaja

Sindrom Turner pada anak perempuan sering tidak langsung terdeteksi karena gejalanya muncul secara bertahap seiring pertumbuhan.

Rilis yang diterima Kompas.com pada Senin (27/4/2026) menyebutkan bahwa kondisi ini dapat dikenali dari berbagai tanda fisik dan perkembangan yang berbeda di setiap fase usia.

Sindrom Turner merupakan kelainan kromosom yang hanya terjadi pada perempuan, ketika salah satu kromosom X hilang atau tidak terbentuk secara lengkap.

Kondisi ini terjadi secara acak sejak masa pembentukan janin dan bukan merupakan penyakit turunan maupun akibat faktor lingkungan selama kehamilan.

Baca juga: Dampak Pubertas Dini pada Anak, Tinggi Badan Terhambat dan Risiko Kesehatan Meningkat

Gejala sindrom Turner sebenarnya dapat mulai terlihat sejak bayi masih dalam kandungan.

Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), dokter dapat menemukan tanda seperti penumpukan cairan di belakang leher janin atau kecurigaan kelainan pada organ seperti jantung dan ginjal.

Setelah lahir, bayi dengan sindrom Turner dapat menunjukkan tanda berupa pembengkakan pada tangan dan kaki serta adanya lipatan kulit di bagian leher.

Selain itu, beberapa bayi juga dapat mengalami kelainan jantung bawaan yang perlu ditangani sejak dini.

Memasuki masa kanak-kanak, gejala yang paling sering ditemukan adalah pertumbuhan yang lambat.

Baca juga: Pubertas Dini pada Anak Bisa Meningkatkan Risiko Perundungan, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Ilustrasi tinggi badan anak. Gejala sindrom Turner dapat berbeda di setiap tahap usia, mulai dari bayi hingga remaja, sehingga orang tua perlu mengenali tanda-tandanya sejak dini.Choreograph Ilustrasi tinggi badan anak. Gejala sindrom Turner dapat berbeda di setiap tahap usia, mulai dari bayi hingga remaja, sehingga orang tua perlu mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Anak dengan sindrom Turner umumnya memiliki tinggi badan yang jauh di bawah grafik pertumbuhan sesuai usianya.

Beberapa ciri fisik lain juga dapat terlihat, seperti leher yang tampak lebih lebar, garis rambut bagian belakang yang lebih rendah, serta bentuk siku yang melebar.

Gangguan penglihatan dan pendengaran juga dapat terjadi pada sebagian anak.

Pada masa remaja, tanda sindrom Turner biasanya menjadi lebih jelas karena berkaitan dengan perkembangan pubertas.

Anak perempuan dengan kondisi ini sering tidak menunjukkan tanda pubertas seperti pertumbuhan payudara dan tidak mengalami menstruasi pada usia yang seharusnya.

Kondisi ini terjadi akibat gangguan fungsi ovarium yang dipicu oleh hilangnya salah satu kromosom X.

Setiap anak dengan sindrom Turner dapat menunjukkan gejala yang berbeda, sehingga pemantauan tumbuh kembang secara rutin menjadi penting.

Baca juga: Hormon Testosteron Bisa Menambah Tinggi Badan?

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi RS Pondok Indah, dr. Ghaisani Fadiana, Sp.A, Subsp.End (K), menekankan pentingnya perhatian sejak dini terhadap pertumbuhan anak.

“Pemberian hormon pertumbuhan pada anak yang mengidap sindrom Turner adalah intervensi medis terukur sehingga si kecil memiliki kesempatan untuk tumbuh secara optimal sesuai potensinya,” ujarnya.

Selain pemantauan pertumbuhan, pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk memastikan kondisi organ lain yang berisiko mengalami gangguan.

Sindrom Turner diketahui dapat meningkatkan risiko kelainan jantung, gangguan ginjal, serta masalah hormon.

Dengan mengenali ciri-ciri sejak dini, orang tua dapat segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Deteksi dini dan pemantauan rutin menjadi kunci agar anak dengan sindrom Turner tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Baca juga: 4 Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan Anak

Tag:  #perbedaan #ciri #sindrom #turner #pada #bayi #anak #remaja

KOMENTAR