Jepang Belum Siap Minta Bantuan Iran Lewati Selat Hormuz, meski Ditawari Teheran
Pemerintah Jepang menyatakan belum berencana meminta bantuan Iran untuk memastikan kapal tankernya dapat melintas di Selat Hormuz.
Pernyataan ini muncul setelah Teheran mengaku siap membantu Jepang menjaga jalur pelayaran tetap aman di tengah ketegangan kawasan.
Adapun situasi di selat vital itu memanas usai Iran disebut menutup akses sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: Trump Ngambek Tak Ada Sekutu yang Bantu AS di Selat Hormuz: Kami Tak Butuh Siapa Pun
Jepang pilih sikap hati-hati
Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan bahwa pemerintahnya untuk saat ini belum mempertimbangkan meminta Iran membuka akses khusus bagi kapal Jepang.
Dalam program Fuji Television pada Minggu (22/3/2026), ia mengatakan, “untuk saat ini, kami tidak memikirkan hal tersebut.”
Pernyataan itu muncul saat pemerintah Jepang ditanya apakah akan mendesak Iran agar mengizinkan kapal Jepang melintas di Selat Hormuz.
Iran tawarkan jaminan keamanan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan, negaranya siap menjamin keselamatan kapal Jepang.
Dalam wawancara telepon dengan Kyodo News, ia mengatakan, “Mereka hanya perlu menghubungi kami agar kami bisa mendiskusikan bagaimana transit ini dapat dilakukan.”
Namun, Motegi mengungkapkan bahwa dalam percakapannya dengan Araghchi, tidak ada pembahasan spesifik terkait bantuan untuk kapal Jepang.
“Keamanan navigasi sangat penting. Itulah yang kami bicarakan,” kata Motegi.
Baca juga: Jepang Bisa Napas Lega, Kapalnya Akan Dibantu Iran Lewati Selat Hormuz
Perbedaan klaim soal penutupan selat
Ilustrasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia, termasuk bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.
Iran sebelumnya disebut telah menutup selat tersebut sebagai bentuk balasan atas serangan AS-Israel, sehingga memaksa banyak negara mencari jalur alternatif dan menggunakan cadangan energi mereka.
Namun, Araghchi membantah bahwa Selat Hormuz sepenuhnya ditutup. Ia menegaskan, “dari sudut pandang kami, selat ini terbuka.”
Araghchi menambahkan, “Selat ini hanya ditutup untuk kapal milik musuh kami—negara yang menyerang kami. Untuk negara lain, kapal mereka dapat melintas.”
Jepang mulai gunakan cadangan minyak
Di tengah ketidakpastian tersebut, Jepang mulai mengambil langkah antisipasi dengan melepaskan cadangan minyak strategisnya, yang termasuk terbesar di dunia.
Langkah ini menunjukkan kekhawatiran Tokyo terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat situasi di Selat Hormuz yang semakin tidak menentu.
Baca juga: AS Jatuhkan Bomber GBU-72 2,5 Ton ke Bunker Rudal Iran di Selat Hormuz
Tag: #jepang #belum #siap #minta #bantuan #iran #lewati #selat #hormuz #meski #ditawari #teheran