Jutaan Warga AS Ikut Demo ''No Kings'', Apa yang Perlu Diketahui?
- Demo besar bertajuk "No Kings" kembali berlangsung di seluruh wilayah Amerika Serikat, Sabtu (28/3/2026).
Aksi protes yang diklaim diikuti oleh 8 juta orang ini menentang kebijakan Presiden Donald Trump, khususnya terkait perang di Iran dan dampaknya.
Menurut pihak penyelenggara, aksi ini tersebar di lebih dari 3.300 titik acara, mulai dari kota metropolitan hingga kota kecil.
Ini merupakan gerakan akar rumput ketiga dalam setahun terakhir yang menjadi saluran oposisi paling vokal sejak Trump memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025.
Lantas, apa yang perlu diketahui tentang demo "No Kings" di AS?
Baca juga: Demo No Kings Meluas di AS, 8 Juta Orang Turun ke Jalan Tentang Kebijakan Trump
Siapa yang mengorganisir demo "No Kings"?
Dikutip dari New York Times, demo itu diselenggarakan oleh kelompok-kelompok nasional dan lokal, termasuk koalisi progresif terkenal seperti Indivisible, 50501, dan MoveOn.
Mengikuti pola yang serupa dengan dua protes tahun lalu, acara-acara ini seharusnya merupakan pertemuan damai yang terbuka untuk orang-orang dari segala usia dan latar belakang.
Siapa pun dapat mendaftar untuk menjadi penyelenggara acara, dan panitia telah menawarkan pelatihan daring tentang keselamatan dan keamanan.
Baca juga: Demo No Kings Tuntut Kebijakan Trump Berujung Ricuh, Massa dan Aparat Bentrok
Apa tujuan demo "No Kings"?
Seperti aksi-aksi sebelumnya, protes ini tidak berfokus pada isu tertentu.
Sebaliknya, tujuan protes ini adalah untuk menyatukan orang-orang yang memiliki berbagai keluhan tentang pemerintah federal.
Pada masa lalu, hal itu termasuk penegakan hukum imigrasi yang agresif, hak pilih, dan biaya perawatan kesehatan.
Pada Sabtu, aksi-aksi tersebut kemungkinan akan menampilkan orang-orang yang menyuarakan pendapat mereka tentang perang di Iran.
Baca juga: Peringatan Iran, Pasukan AS Akan Jadi Makanan Hiu jika Lakukan Invasi Darat
Siapa saja publik figur yang ikut demo?
Warga memegang papan tanda dan bendera saat mereka berbaris selama hari protes nasional No Kings di Chicago pada 28 Maret 2026.
Aktor Robert De Niro dan Jane Fonda, musisi Bruce Springsteen, serta penyanyi Joan Baez termasuk di antara mereka yang menghadiri atau memimpin demonstrasi di beberapa kota besar.
Dikutip dari Tribune, di New York, De Niro memimpin pawai bersama Al Sharpton dan Jaksa Agung Letitia James, menggambarkan jumlah peserta sebagai seruan yang luar biasa dan sangat sukses karena jutaan dari kita telah menjawab seruan tersebut.
“Sudah saatnya kita mengatakan tidak kepada raja. Sudah saatnya kita mengatakan tidak kepada Donald Trump. Kita sudah muak,” ujarnya.
Di Washington, DC, Baez dan Maggie Rogers tampil di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Komite Amandemen Pertama Fonda, yang menarik ribuan orang di luar Kennedy Center.
Aktor Billy Porter dan penyair Rupi Kaur juga berpidato di hadapan kerumunan.
Di St. Paul, Minnesota, Springsteen tampil bersama Senator Bernie Sanders, Perwakilan Ilhan Omar, dan Gubernur Tim Walz di salah satu pertemuan terbesar.
Baca juga: Khawatir Dibom Iran, Kampus AS di Beirut Ditutup dan Gelar Kuliah Online
Kapan protes "No Kings" pertama terjadi?
Pada Juni 2025, hari yang sama ketika Trump menjadwalkan parade militer di Washington, terjadi protes di seluruh negeri.
Acara tersebut dicap sebagai "hari pembangkangan" terhadap tindakan yang dianggap melampaui batas oleh Bapak Trump dan sekutunya.
Empat bulan kemudian, lebih dari 7 juta orang menghadiri demonstrasi No Kings Day pada 18 Oktober di kota-kota di seluruh 50 negara bagian.
Kerumunan besar terlihat di kota-kota di seluruh negeri, dengan orang-orang mengibarkan bendera Amerika dan meneriakkan "Tidak ada lagi Trump".
Mereka berkumpul untuk menunjukkan kemarahan atas razia imigrasi, pengerahan pasukan federal di kota-kota, PHK pemerintah, dan pencabutan persyaratan vaksin.
Tag: #jutaan #warga #ikut #demo #kings #yang #perlu #diketahui