Curhat Zelensky, AS Tak Punya Waktu untuk Ukraina gara-gara Perang Iran
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam konferensi pers rangkaian acara Dewan Eropa di Brussels, Belgia, 18 Desember 2025.(AFP/JOHN THYS)
12:00
15 April 2026

Curhat Zelensky, AS Tak Punya Waktu untuk Ukraina gara-gara Perang Iran

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan kekecewaannya terhadap prioritas Amerika Serikat yang dinilai mulai berpaling dari negaranya. 

Menurutnya, para negosiator perdamaian AS kini seolah mengabaikan Ukraina demi memfokuskan perhatian pada konflik di Iran.

"Mereka tidak punya waktu untuk Ukraina gara-gara perang di Iran," ujar Zelensky dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman, ZDF, sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Tak Lagi Andalkan AS, Negara Teluk Borong Drone Pencegat Murah dari Ukraina

Selain isu diplomasi, Zelensky mengeluhkan terganggunya rantai pengiriman pasokan senjata dari Washington. 

Ia menyoroti sosok Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang sebelumnya menjadi fasilitator utama perundingan dengan Moskwa, kini sibuk dalam pembicaraan intensif dengan pihak Iran.

Zelensky memperingatkan bahwa sikap lunak AS terhadap Rusia dapat berakibat fatal bagi keamanan kawasan. 

"Jika AS tidak menekan (Vladimir) Putin dan hanya menjalin dialog yang lembut dengan Rusia, maka mereka tidak akan takut lagi," tegasnya.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Paskah

Perundingan Ukraina-Rusia berhenti

Perundingan yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II itu praktis terhenti sejak perang Iran meletus pada 28 Februari.

Para juru runding Rusia dan Ukraina belum pernah bertemu lagi sejak Februari lalu di Jenewa.

Sementara, Zelensky menyebut persoalan pengiriman senjata AS ke Ukraina telah menjadi "masalah besar."

"Jika perang terus berlanjut, akan semakin sedikit senjata yang tersedia untuk Ukraina. Ini sangat kritis, terutama untuk perlengkapan pertahanan udara," jela dia.

Baca juga: Rusia-Ukraina Akan Gencatan Senjata Paskah Ortodoks Selama 32 Jam

Dalam konferensi pers saat berkunjung ke Norwegia, Zelensky menambahkan bahwa masalah ini terutama menyangkut rudal pencegat PAC-3 dan PAC-2 yang sebagian besar diperoleh melalui program PURL.

Ini merupakan sebuah program yang diluncurkan tahun lalu dan memungkinkan Ukraina menerima peralatan AS yang dibiayai oleh negara-negara Eropa.

"Sejak awal perang di Timur Tengah, kami sudah memahami bahwa kami bisa menghadapi tantangan," kata Zelensky.

Menurutnya, pengiriman berjalan lambat dan menempatkan Ukraina pada posisi yang sangat sulit.

Baca juga: Ukraina Mulai Beraksi Jatuhkan Drone Iran di Timur Tengah

Mencari dukungan di Eropa

Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan sekutu Eropa berfoto bersama di Gedung Putih, Washington, AS, Senin (18/8/2025).Tangkapan layar via Euronews Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan sekutu Eropa berfoto bersama di Gedung Putih, Washington, AS, Senin (18/8/2025).

Pernyataan itu disampaikan Zelensky bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store yang telah menandatangani deklarasi bersama tentang peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan. 

Pemerintah Norwegia menyatakan kedua negara berharap dapat mempererat kerja sama antara industri pertahanan Norwegia dan Ukraina dan mengumumkan bahwa drone Ukraina kini akan diproduksi di Norwegia.

Sebelumnya, Zelensky pada Selasa (14/4/2026) memimpin delegasi pemerintah ke Berlin. 

Mereka bertemu dengan Kanselir Friedrich Merz dan sejumlah menteri utama untuk membahas perang Ukraina melawan Rusia yang kini telah memasuki tahun kelima. 

Kedua negara juga mengumumkan kemitraan strategis yang berpusat pada bidang pertahanan.

Tag:  #curhat #zelensky #punya #waktu #untuk #ukraina #gara #gara #perang #iran

KOMENTAR