Mossad Bocorkan Operasi Israel: Terus Berupaya Gulingkan Pemerintah Iran
Logo Mossad Israel dipajang di depan bendera Israel.(Tangkapan layar via New York Post)
20:24
16 April 2026

Mossad Bocorkan Operasi Israel: Terus Berupaya Gulingkan Pemerintah Iran

Kepala badan intelijen Israel Mossad, David Barnea, menegaskan bahwa negaranya akan terus melakukan operasi rahasia untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Israel menilai serangan militer bersama Amerika Serikat (AS) sebelumnya belum cukup untuk mengakhiri kekuasaan rezim Iran.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas militer, nuklir, dan infrastruktur Iran yang berlangsung sekitar lima minggu tidak dimaksudkan sebagai langkah akhir.

Baca juga: Iran Tuntut Ganti Rugi Perang Rp 4.265 Triliun, Desak AS-Israel Tanggung Jawab

“Misi kami belum selesai,” ujar Barnea dalam pidatonya pada Selasa (14/4/2026), seperti dikutip South China Morning Post.

“Kewajiban kami hanya akan terpenuhi setelah rezim ekstremis ini digantikan. Rezim ini, yang berupaya menghancurkan kami, harus lenyap dari dunia.”

Pernyataan ini tergolong jarang, karena Mossad biasanya tidak secara eksplisit menyatakan tujuan perubahan rezim, meski telah lama melakukan operasi rahasia di Iran.

Israel masih anggap Iran ancaman besar

Komentar Barnea mencerminkan bahwa Israel masih melihat Iran sebagai ancaman utama, meskipun kemampuan militernya telah terdampak oleh kampanye gabungan Israel-AS.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan mengeklaim serangan udara telah menghilangkan dua “ancaman eksistensial”, yakni rudal balistik dan senjata nuklir Iran.

Namun demikian, pernyataan Mossad menunjukkan bahwa Israel belum menganggap ancaman tersebut benar-benar berakhir.

Potensi gesekan dengan upaya damai AS

Pernyataan ini juga berpotensi menambah ketegangan dalam proses diplomasi antara AS dan Iran.

Kedua pihak saat ini tengah berupaya memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan, sekaligus mencari kesepakatan damai permanen.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump bersama Netanyahu menyatakan harapan bahwa perang yang dimulai pada 28 Februari dapat membuka jalan bagi rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintahannya sendiri.

Baca juga: Muak Perang Berkepanjangan, 1 Juta Warga Tuntut Uni Eropa Akhiri Hubungan dengan Israel

Harapan pada gerakan internal Iran

Pedemo Iran anti-pemerintah membakar kendaraan dalam aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, 9 Januari 2026.MEDIA SOSIAL via REUTERS Pedemo Iran anti-pemerintah membakar kendaraan dalam aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, 9 Januari 2026.

Dalam laporan sebelumnya, Barnea disebut pernah menyampaikan dalam diskusi tertutup di Gedung Putih bahwa Mossad mampu “menggerakkan oposisi Iran—memicu kerusuhan dan aksi pemberontakan lain yang bahkan bisa mengarah pada runtuhnya pemerintahan Iran.”

Meski Iran sempat dilanda protes besar pada Desember dan Januari, gelombang demonstrasi belum kembali terjadi dalam skala besar. Selain itu, belum terlihat perpecahan signifikan di tubuh aparat keamanan Iran.

Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, tetap optimistis peluang revolusi internal masih ada.

“Kami melihat pada Januari—ratusan ribu hingga jutaan orang turun ke jalan—potensi itu kini bahkan lebih besar,” ujarnya kepada CBS News.

“Kami masih berpikir itu bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Namun tidak ada jaminan.”

Pergantian pimpinan Mossad

Pidato Barnea juga bertepatan dengan penunjukan kepala Mossad baru oleh Netanyahu. Sosok yang ditunjuk adalah Roman Gofman, seorang perwira militer yang belum memiliki pengalaman di bidang intelijen.

Gofman dijadwalkan mulai menjabat pada 2 Juni 2026, menggantikan Barnea yang menyelesaikan masa tugas lima tahun.

Ia lahir di Belarus pada 1976, ia pindah ke Israel saat berusia 14 tahun dan memulai karier militernya pada 1995.

Gofman sempat terluka parah dalam pertempuran melawan Hamas di Sderot pada 7 Oktober 2023, saat konflik Gaza pecah.

Setelah itu, ia bergabung dengan kantor Netanyahu pada April 2024 dan dikenal mendukung pandangan nasionalis sang perdana menteri.

Baca juga: Iran Tuntut Ganti Rugi Perang Rp 4.265 Triliun, Desak AS-Israel Tanggung Jawab

Tag:  #mossad #bocorkan #operasi #israel #terus #berupaya #gulingkan #pemerintah #iran

KOMENTAR