AS Klaim Pertahanan Iran Sudah Lumpuh, tapi Laporan Intelijen Berkata Lain
Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.(AFP/ATTA KENARE)
11:36
19 April 2026

AS Klaim Pertahanan Iran Sudah Lumpuh, tapi Laporan Intelijen Berkata Lain

- Sejumlah pejabat intelijen dan militer Amerika Serikat mengungkapkan, Iran masih mempertahankan sebagian besar kekuatan persenjataan militernya.

Temuan ini berbanding terbalik dengan klaim yang sering dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. 

Keduanya berulang kali menyatakan bahwa pertahanan Iran telah hancur dan lumpuh total akibat gempuran AS serta Israel selama berminggu-minggu.

Dikutip dari New York Times, Sabtu (18/4/2026), laporan penilaian intelijen menunjukkan bahwa Iran masih memiliki sekitar 40 persen dari total armada drone pra-perangnya. 

Tak hanya itu, Teheran disebut masih memegang kendali atas lebih dari 60 persen sistem peluncur rudalnya.

Baca juga: Hilal Perdamaian dengan AS Belum Terlihat, Iran Siap Bertempur Kapan Pun

Kapasitas operasional militer Iran pulih

Para pejabat menyebutkan, lebih dari 100 sistem peluncur yang disembunyikan di dalam gua dan bungker telah ditemukan sejak gencatan senjata dua minggu dimulai pada 8 April lalu. 

Temuan ini menjadi indikasi kuat bahwa Iran tengah bergerak aktif memulihkan kapasitas operasional militernya.

Mereka menambahkan, Iran juga berupaya untuk mengambil rudal yang terkubur di bawah reruntuhan setelah serangan terhadap gudang dan fasilitas bawah tanah.

Diperkirakan, Iran dapat merebut kembali sebanyak 70 persen dari persenjataan sebelum perangnya setelah upaya pemulihan selesai.

Meskipun infrastruktur manufaktur senjatanya mengalami kerusakan parah, para pejabat AS meyakini Iran masih memiliki lebih dari cukup persenjataan untuk menyandera kapal-kapal di Selat Hormuz di masa mendatang.

Baca juga: Tak Hanya Blokade, AS Kini Bersiap Buru Semua Kapal Iran di Seluruh Dunia

Pergeseran strategi pertahanan Iran

Ilustrasi Selat Hormuz.Wikimedia Commons/Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center. Kenapa Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Kurang dari 24 Jam Dibuka? Ilustrasi Selat Hormuz.

Para analis mengatakan, strategi pencegahan Teheran semakin bergantung pada geografi dan kemampuan asimetris.

“Sekarang semua orang tahu bahwa jika terjadi konflik di masa depan, menutup selat itu akan menjadi hal pertama yang ada dalam rencana Iran,” kata Danny Citrinowicz, mantan pejabat intelijen militer Israel.

Meskipun kapal perang AS mampu mencegat ancaman yang datang, para pejabat mencatat bahwa kapal tanker komersial memiliki sedikit pertahanan.

Baca juga: Situasi AS-Iran Memanas, Trump Rapat dengan Direktur CIA dan Menhan

Menurut sebuah laporan, Rusia juga telah memberikan tanggapannya mengenai implikasi strategisnya.

“Satu hal yang pasti, Iran telah menguji 'senjata nuklirnya'. Itu disebut Selat Hormuz. Potensinya tak terbatas,” kata wakil kepala Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev.

Sejauh ini, Iran telah menahan diri untuk tidak melakukan eskalasi langsung terhadap tindakan angkatan laut AS, termasuk blokade yang telah mengganggu perdagangan maritim.

Para pejabat mencatat, perdagangan maritim menyumbang sekitar 90 persen dari aktivitas ekonomi Iran yang diperkirakan sebesar 340 juta dollar AS per hari. 

Namun, sebagian besar telah terhenti dalam beberapa hari terakhir.

Tag:  #klaim #pertahanan #iran #sudah #lumpuh #tapi #laporan #intelijen #berkata #lain

KOMENTAR