Pahami 5 Tanda Kamu Dimanipulasi Pasangan, Termasuk Mempermalukan di Depan Orang
ilustrasi manipulatif(shutterstock/Zaie)
11:10
24 April 2026

Pahami 5 Tanda Kamu Dimanipulasi Pasangan, Termasuk Mempermalukan di Depan Orang

- Mengharapkan hubungan asmara yang bertahan lama adalah hal wajar, tetapi seseorang tidak boleh memanipulasi pasangannya untuk terus bertahan dengan mengubah karakternya.

Namun menurut terapis keluarga dan pakar hubungan di JustAnswer, Jennifer Kelman, LCSW, kenyataannya banyak pasangan yang diam-diam memaksakan kehendak mereka hingga membuat korbannya mulai meragukan kewarasan, serta nilai diri mereka sendiri.

Lantas, apa saja tanda waspada yang menunjukkan bahwa kamu sedang dimanipulasi oleh pasangan? Berikut Kompas.com rangkum, menyadur Best Life, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: 8 Tanda Mertua Red Flag yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Suka Memanipulasi

Tanda kamu dimanipulasi oleh pasangan

1. Suka mempermalukan

Bercanda dengan orang terkasih adalah hal yang wajar dan dapat menghangatkan suasana dalam sebuah hubungan asmara.

Namun, situasinya menjadi sangat tidak sehat jika obrolan tersebut berubah menjadi kebiasaan menyudutkan atau secara sengaja mempermalukan berbagai tindakan keseharianmu.

"Jika kamu cukup dipermalukan, maka kamu mungkin akan mencoba mengubah dan menyesuaikan diri agar sesuai dengan apa yang mereka inginkan," papar Kelman.

"Ini adalah red flag yang berbahaya karena orang yang dipermalukan mungkin mulai mempertanyakan diri mereka sendiri, dan kehilangan kepercayaan pada apa yang mereka ketahui tentang diri mereka sendiri," tambah dia.

Tindakan ini pada akhirnya akan menggerus harga dirimu secara perlahan. Kamu dibuat terus-menerus merasa serba salah dan membuang identitas diri demi memenuhi ekspektasi tak masuk akal dari pihak lain.

2. Membandingkan dengan orang lain

Sikap membanding-bandingkan secara terus-menerus juga menjadi peringatan keras yang sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata oleh siapa pun.

Psikoterapis Kaytee Gillis, LCSW, mengungkapkan bahwa manipulator sering kali dengan sengaja membandingkan pasangannya dengan orang lain, atau bahkan masa lalu mantan kekasih mereka.

Baca juga: Mengenal Gaslighting, Manipulasi Psikologis yang Bikin Korban Meragukan Diri

"Ini sering dilakukan untuk mencoba membuatmu merasa seolah-olah kamu tidak memenuhi standar, atau mencoba membuatmu bekerja lebih keras untuk memberi mereka sesuatu yang mereka inginkan," ungkap Gillis.

Taktik emosional ini dirancang secara khusus untuk memicu rasa ketidakamanan yang mendalam. Ketika kamu dibayangi perasaan tidak berharga, kamu akan secara otomatis melipatgandakan pengorbanan demi kebahagiaannya.

3. Mengawasi setiap aktivitas

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

Keinginan untuk terus terlibat dalam kehidupan pasangan merupakan sesuatu yang normal, seperti sekadar bertukar cerita mengenai rutinitas harian.

Akan tetapi, psikoterapis dan pendiri Holistic Wisdom, Lisa Lawless, PhD, menekankan bahwa ada batasan tegas antara perhatian tulus dan perilaku posesif ekstrem yang mengekang kebebasan.

Baca juga: 8 Tanda Manipulasi Emosional yang Sering Tidak Disadari, Picu Rasa Bersalah

"Ketika pasangan perlu mengetahui detail yang luar biasa tentang ke mana kamu dan dengan siapa kamu pergi, serta menjadi kesal karena tidak memiliki informasi itu atau bahkan bertindak lebih jauh dengan memberi tahumu apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan, itu adalah bentuk manipulasi," kata dia.

Ia melanjutkan, bentuk pengawasan berlebihan semacam ini tidak dilandasi oleh rasa kasih sayang, melainkan cara untuk menegaskan kekuasaan dan mempertahankan dominasi atas pasangan.

4. Selalu menyalahkan orang lain

Menerima kenyataan dan berani mengakui kesalahan memang bukan proses yang mudah bagi kebanyakan manusia.

Meski begitu, kamu sangat patut merasa waspada apabila orang yang bersamamu selalu menolak introspeksi diri dan sibuk mencari orang lain untuk dijadikan kambing hitam atas setiap insiden.

"Alih-alih sekadar mengatakan 'Oke, kamu benar, saya tidak menanganinya sebaik yang saya bisa', banyak orang yang manipulatif justru akan mencoba membenarkan perilaku mereka, dan bahkan mungkin mencoba meyakinkanmu bahwa mereka benar dan orang lain salah," terang Gillis.

Pola pikir defensif ini mencerminkan keengganan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tujuan berbohong dan menyalahkan adalah untuk menyesatkan dan menyebabkan seseorang mempertanyakan diri mereka sendiri," terang Kelman.

5. Melibatkan pihak ketiga

Perdebatan maupun selisih paham adalah bumbu yang wajar bagi setiap orang yang sedang merajut komitmen bersama.

Namun, permasalahannya akan sangat rumit karena manipulator gemar menggunakan taktik penyudutan demi memutarbalikkan fakta, seolah-olah seluruh pertengkaran tersebut sepenuhnya kesalahanmu.

"Ini adalah ketika seseorang membawa orang lain ke dalam argumen dalam upaya untuk membuat mereka berada di 'pihak' mereka untuk membantu membuktikan bahwa mereka benar," sebut Gillis.

Mereka sama sekali tidak merasa sungkan untuk menarik opini teman, keluarga, maupun terapis, ke dalam arena konflik privat agar bisa mendominasi perdebatan.

Baca juga: Mengapa Korban Child Grooming Tidak Menyadari Dirinya Dimanipulasi?

Tag:  #pahami #tanda #kamu #dimanipulasi #pasangan #termasuk #mempermalukan #depan #orang

KOMENTAR