Jawa Timur, NTB, hingga Sumbar Ajukan Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 PBNU
Logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
17:50
7 Mei 2026

Jawa Timur, NTB, hingga Sumbar Ajukan Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 PBNU

- Ketua Panitia Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap bahwa Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sumatera Barat (Sumbar) mengajukan diri menjadi tuan rumah Muktamar PBNU.

Namun, ia menyampaikan bahwa keputusan terkait lokasi Muktamar ke-35 PBNU belumlah diputuskan.

"Ada beberapa daerah yang mengusulkan menjadi tuan rumah seperti misalnya di NTB, Sumatera Barat, dan beberapa di Jawa Timur ya," kata Gus Ipul di kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Kekerasan Seksual di Pati, PBNU: Cederai Marwah Pesantren dan Rusak Kepercayaan Publik

Dalam menetapkan tuan rumah Muktamar ke-35 PBNU, pihaknya memeprtimbangkan sejumlah hal seperti akses hingga sarana dan prasarana.

"Dengan pertimbangan waktu yang sangat pendek sekitar dua bulan. Jadi semuanya itu akan menjadi pertimbangan untuk menentukan tempatnya di mana," ujar Gus Ipul.

Selain lokasi, pihaknya tengah menyiapkan hal-hal teknis seperti penyiapan materi serta verifikasi peserta yang berhak mengikuti penyelenggaraan Muktamar.

Adapun sebelum Muktamar ke-35 PBNU, akan tersebih dahulu digelar Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) yang digelar pada Juni 2026.

Baca juga: Muktamar ke-35 Tentukan Ketum PBNU yang Baru, Gus Ipul Sebut Ada Beberapa Nama Calon

Hasil dari Munas dan Konbes yang digelar pada Juni mendatang itu akan dijadikan materi dalam Muktamar ke-35 PBNU.

Gus Ipul pun mengajak jajaran pengurus di daerah untuk fokus mempersiapkan Muktamar dan tidak terbawa oleh isu-isu yang belum tentu benar.

"Jangan ada yang percaya berita-berita bahwa SK tidak ditandatangani. Semua SK ditandatangani setelah melalui penelitian, penelaahan, dan dinyatakan memenuhi syarat," ujar Gus Ipul.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Jadi Latar Belakang Muktamar PBNU 2026 Dipercepat

Ketua Umum PBNU terpilih Yahya Cholil Staquf (kanan) bersama mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (kiri) menyampaikan keterangan usai pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di Universitas Lampung, Lampung, Jumat (24/12/2021). Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 pada Muktamar NU ke-34 mengalahkan Said Aqil Siradj.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Ketua Umum PBNU terpilih Yahya Cholil Staquf (kanan) bersama mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (kiri) menyampaikan keterangan usai pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di Universitas Lampung, Lampung, Jumat (24/12/2021). Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 pada Muktamar NU ke-34 mengalahkan Said Aqil Siradj.

Rais Aam Usulkan Muktamar PBNU pada Agustus

Sebelumnya, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar disebut mengusulkan agar Muktamar ke-35 PBNU digelar pada 1-5 Agustus 2026.

Usulan Miftachul Akhyar itu diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan, Hukum dan Media PBNU, Muhammad Mukri.

"Kalau Rais Aam mengusulkan dari 1-5 (Agustus)," kata Mukri kepada Kompas.com, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, Muktamar PBNU biasanya memang digelar setiap lima tahun sekali pada Agustus.

Baca juga: Muktamar PBNU Dipercepat Jadi Awal Agustus 2026

Perbedaan hanya terjadi pada Muktamar ke-34 PBNU pada 2021, di mana pelaksanaanya mundur akibat pandemi Covid-19.

"Mestinya kan Agustus Muktamar, tapi karena Covid-19 waktu itu ada penundaan beberapa bulan," ujar Mukri.

Terkait lokasi diselanggarakannya Muktamar ke-35 PBNU, Mukri mengungkab bahwa hal tersebut masih dibahas oleh internal.

Surabaya maupun Jakarta disebut sebagai calon lokasi pelaksanaan forum tertinggi ormas Nahdlatul Ulama (NU) itu.

"Masalah lokasi ini diserahkan sepenuhnya kepada Ketum PBNU dan Rais Aam, apakah di Surabaya atau di Jakarta, atau di lokasi lain itu belum," ungkap Mukri.

Baca juga: Bahas Dampak Perang Iran-Israel, Ketua PBNU Juga Akan Temui Kardinal Suharyo

Spanduk Muktamar ke-34 NU terpasang di salah satu jalan Protokol di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (21/12/2021). Berbagai pernak-pernik Muktamar NU ke-34 terpasang di seluruh jalan protokol di Lampung untuk memeriahkan acara tersebut yang berlangsung di Provinsi Lampung.ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp. Spanduk Muktamar ke-34 NU terpasang di salah satu jalan Protokol di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (21/12/2021). Berbagai pernak-pernik Muktamar NU ke-34 terpasang di seluruh jalan protokol di Lampung untuk memeriahkan acara tersebut yang berlangsung di Provinsi Lampung.

Muktamar ke-34 PBNU di Lampung

Diketahui, Gus Yahya atau yang memiliki nama lengkap Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2027 dalam Muktamar ke-34 NU yang diselenggarakan di Lampung, pada Desember 2021.

Gus Yahya menggantikan Said Aqil Siradj yang sudah menjadi Ketua Umum PBNU sejak 2010 hingga 2021.

Dalam struktur organisasi PBNU, terdapat pembagian kewenangan antara Rais Aam pada unsur Syuriyah dan Ketua Umum pada unsur Tanfidziyah.

Rais Aam adalah pimpinan tertinggi dalam jam’iyah NU, yang secara formal menyandang jabatan Rais Aam Syuriyah PBNU.

Baca juga: Pimpinan PBNU Akan Temui Prabowo Bahas Cara Hadapi Efek Perang Iran-Israel

Posisi ini memegang peranan sentral karena bertugas menetapkan arah dan keputusan strategis organisasi. Sebagai kepala Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), Rais Aam memiliki fungsi dan kewenangan kunci dalam menentukan kebijakan yang wajib dipatuhi seluruh struktur NU.

Sementara itu, Ketua Umum membawahi Tanfidziyah, yakni badan pelaksana yang bertanggung jawab menjalankan administrasi, program, dan operasional organisasi sesuai keputusan Syuriyah.

Tag:  #jawa #timur #hingga #sumbar #ajukan #jadi #tuan #rumah #muktamar #pbnu

KOMENTAR