Purbaya Copot Dua Dirjen, Analis: Ada Sinyal Koreksi Arah Fiskal
- Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot dua direktur jenderal dinilai membawa dampak berlapis terhadap persepsi pasar dan arah kebijakan fiskal.
Senior analis Institute for Development of Economics and Finance (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai langkah itu tidak berdiri sendiri. Ia melihat ada konteks kebijakan yang lebih besar di balik keputusan tersebut.
“Kalau kita lihat dari perspektif tata kelola fiskal, pencopotan dua dirjen oleh Menkeu ini hampir pasti bukan keputusan yang berdiri sendiri atau bersifat personal. langkah ini biasanya mencerminkan adanya ketegangan di level implementasi kebijakan, entah karena target tidak tercapai, perbedaan pendekatan dalam menjaga stabilitas fiskal, atau bahkan sinyal bahwa Menkeu ingin melakukan ‘policy recalibration’ di tengah tekanan ekonomi yang makin kompleks,” ujar Ronny kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Analis Soroti Dampak Pencopotan Dirjen Kemenkeu, Pasar Tunggu Arah Kebijakan Fiskal
Ruang fiskal yang semakin sempit ikut memengaruhi dinamika ini. Kebutuhan belanja meningkat. Ekspektasi pasar juga tinggi. Kondisi ini membuat posisi direktur jenderal menjadi krusial dalam menjaga arah kebijakan.
“Jadi pergantian di level itu biasanya berkaitan dengan kebutuhan akselerasi atau koreksi arah,” kata Ronny.
Ia memaparkan tiga kemungkinan di balik keputusan tersebut. Faktor pertama terkait kinerja. Target penerimaan, belanja, atau pembiayaan yang tidak tercapai bisa menjadi pemicu.
Faktor kedua berkaitan dengan konsolidasi kebijakan. Pemerintah perlu memastikan seluruh lini berjalan searah dengan strategi fiskal.
Faktor ketiga terkait manajemen risiko. Volatilitas global menuntut disiplin tinggi untuk menjaga kredibilitas fiskal.
Ronny menilai dampak keputusan ini akan terlihat dalam dua horizon waktu. Dampak jangka pendek muncul pada persepsi pasar. Dampak jangka menengah hingga panjang bergantung pada arah kebijakan lanjutan.
Baca juga: Purbaya dan Pejabat Kemenkeu Kompak Bungkam soal Pencopotan 2 Dirjen
Pengganti pejabat juga akan menjadi faktor penentu. Pasar akan menilai langkah berikutnya, bukan hanya keputusan pencopotan.
“Jadi, ini bukan hanya soal pergantian pejabat, tapi soal apakah Kementerian Keuangan sedang memperkuat fondasi fiskalnya, atau justru sedang menghadapi tekanan internal yang lebih dalam.,” tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya mencopot Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu dan Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman. Posisi keduanya kini diisi pelaksana harian.
Penunjukan pelaksana harian berlaku sejak Selasa (21/4/2026) sore. Langkah ini diambil agar roda organisasi tetap berjalan sambil menunggu pejabat definitif.
“Iya. Udah dikasih Plh (Pelaksana Harian) sekarang,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Purbaya tidak menjelaskan alasan pencopotan tersebut. Ia tidak menjawab pertanyaan lanjutan dan langsung menuju mobil dinas.
Tag: #purbaya #copot #dirjen #analis #sinyal #koreksi #arah #fiskal