Pendakian Gunung Slamet Ditutup, Suhu Kawah Naik hingga 400 Derajat Celsius
Ilustrasi Gunung.(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
07:13
5 April 2026

Pendakian Gunung Slamet Ditutup, Suhu Kawah Naik hingga 400 Derajat Celsius

Kegiatan pendakian jalur Lingkar Gunung Slamet ditutup mulai hari ini, Minggu (5/4/2026) sampai aktivitas vulkanik kembali stabil.

"Mengingat dan mempertimbangkan terkait kenaikan aktivitas vulkanik dan meningkatnya suhu permukaan kawah gunung slamet, kegiatan pendakian jalur Lingkar Gunung Slamet ditutup per tanggal 5 April 2026 sampai aktivitas vulkanik kembali stabil," dikutip dari unggahan resmi @official_lingkargunungslamet, Minggu (5/4/2026).

Menambahkan dari Kompas.com (4/4/2026) sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) merilis laporan peningkatan aktivitas vulkanis di area kawah Gunung Slamet, Jumat (3/4/2026). 

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi KESDM, Lana Saria dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, ada perubahan visual terutama pada kolom asap berwarna putih dengan tinggi maksimum 300 meter dari atas bibir kawah.

"Asap teramati keluar secara terus-menerus, yang mengindikasikan adanya aktivitas degassing atau pelepasan gas-gas magmatik dari magma ke permukaan melalui kawah,” tulis Lana dalam keterangannya. 

Baca juga: Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka Mulai 13 April 2026

Selain itu, dari hasil analisis citra termal kawah Gunung Slamet, petugas juga menangkap fenomena kenaikan suhu kawah yang cukup signifikan. 

Dari sekitar 247,4 derajat Celsius pada 13 September 2024 menjadi 411,2 derajat Celsius pada 2 April 2026.

"Kenaikan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas termal kawah. Sebaran anomali panas pada tahun 2024 masih terpusat di bagian pusat kawah, sedangkan pada tahun 2026, berkembang menjadi lebih luas dan membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah,” ujar Lana.

Perubahan pola sebaran suhu, kata Lana, mengindikasikan berkembangnya sistem rekahan. 

Baca juga: Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Tutup Sampai 12 April 2026

Perluasan area anomali termal ini menunjukkan peningkatan intensitas proses degassing di kawasan kawah. 

Sementara jika melihat data kegempaan periode 16 Maret - 3 April 2026, seismograf merekam sebanyak 866 kali gempa hembusan, 620 kali gempa frekuensi lemah, 1 kali gempa vulkanik dalam, 11 kali gempa tektonik jauh, tremor menerus dengan amplitudo 1 mm, dominan 0.5 mm.

Kejadian gempa frekuensi rendah di Gunung Slamet terekam secara fluktuatif. Sejak 22 Maret 2026, aktivitas ini menunjukkan peningkatan, yang kemudian rekaman menjadi semakin tegas dan menerus sejak tanggal 27 Maret 2026 hingga awal April 2026. 

“Gempa-gempa berfrekuensi rendah ini terekam secara teratur dengan amplitudo dan durasi yang relatif seragam, berasosiasi dengan adanya peningkatan aktivitas gas magmatik,” ungkap dia.

Baca juga: Bukan 28 Maret, Pendakian Gunung Rinjani Buka Lagi 1 April 2026

Ada pergerakan magma ke permukaan

Dikonfirmasi Sabtu (4/4/2026), Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Slamet, Muhammad Rusdi juga melihat indikasi pergerakan magma dari alat Electronic Distance Measurement (EDM). 

“Dari pemantauan deformasi, magma telah melewati reflektor yang berada di Stasiun Cilik di 1516 mdpl (meter di atas permukaan laut) menuju kedalaman lebih dangkal di Stasiun Bambangan 1878 mdpl,” terangnya. 

Hasil pengamatan dan analisis data-data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunung Slamet, yang memicu munculnya gempa-gempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi. 

Foto citra visual perubahan kondisi kawah Gunung Slamet dari 13 September 2024 hingga 2 April 2026.KOMPAS.COM/Dok Pos PGA Slamet Foto citra visual perubahan kondisi kawah Gunung Slamet dari 13 September 2024 hingga 2 April 2026.

Baca juga: Pendakian Gunung Andong Ditutup Total Selama Sebulan, Jangan Kecele!

Rusdi menjelaskan, ada tiga potensi ancaman bahaya yang saat ini dapat terjadi pada radius 2 kilometer dari kawah, yakni erupsi freatik yang menghasilkan abu dan hujan lumpur atau erupsi magmatik yang menghasilkan lontaran material pijar atau hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah puncak. 

Meski ada peningkatan aktivitas, namun hingga tanggal 3 April 2026 tingkat aktivitas Gunung Slamet masih ditetapkan pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung wisatawan tidak berada atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung Slamet.

Baca juga: Hindari Pakaian Gelap Saat Mendaki Gunung, Ini Alasannya

"Saat ini petugas di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang ada 4 orang, dan dalam waktu dekat rencananya akan ada tambahan personel dari tim tanggap darurat,” ujarnya.

Tag:  #pendakian #gunung #slamet #ditutup #suhu #kawah #naik #hingga #derajat #celsius

KOMENTAR