Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah
Nilai tukar rupiah terus merosot ke level terendah terhadap dolar AS hari ini. [Gemini AI]
14:58
5 Mei 2026

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah

Nilai tukar rupiah tengah terkapar melemah pada hari ini, 5 Mei 2026. Pasalnya, pada perdagangan hari ini mata uang garuda ini ke level paling terendah yaitu Rp 17.400 per dolar AS.

Lesunya nilai tukar rupiah ini akan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia. Terutama, harga-harga barang yang bisa melambung tinggi.

"Kita lihat bahwa hari ini harga-harga semua mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kita melihat bahwa barang-barang impor, elektronik, pupuk, kemudian komoditas, kacang kedelai, kemudian gandum ya ini pun juga mengalami kenaikan," ujar Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Ilustrasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS [Suara.com/Antara/Diolah menggunakan AI]Ilustrasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS [Suara.com/Antara/Diolah menggunakan AI]

Selain itu, Ibrahim juga melihat, harga plastik juga akan mengalami kenaikan. Dengan begitu harga turunannya seperti harga makanan dan minuman akan berimbas naik.

"Harga plastik mengalami kenaikan dan ini dampaknya cukup luar biasa. Melihat kondisi fiskal yang sedikit lebih jelek, kemudian cadangan debisa pun juga nyusut. Ini harus hati-hati apakah pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target pemerintah di atas 5,5 persen atau di bawah 5,5 persen," ucapnya.

Ibrahim sebelumnya mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah ke titik terendah masih sangat wajar. Bahkan, Ia meramal rupiah bisa tembus ke level terdalam.

Saat ini, nilai tukar rupiah telah dibanderol sebesar Rp 17.400. Namun, perkiraan Ibrahim mata uang garuda bisa tembus ke level Rp 17.550 per dolar AS.

"Rupiah yang mengalami pelemahan sudah di atas Rp 17.400. Target saya sendiri dalam minggu ini adalah di Rp 17.550. Kemungkinan besar, kemungkinan akan tercapai," imbuhnya.

Menurut Ibrahim, salah satu penyebab utama yaitu kondisi geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran semakin memanas, sehingga memantik investor kembali ke aset-aset yang aman atau safe haven.

"Kemudian, penyebab lainnya ukraina yang melakukan penyerangan dengan menggunakan drone terhadap wilayah, rusia kilang-kilang minyak dibombardir dan ini mengakibatkan produksi kilang minyak di Rusia ini mengalami penurunan. 10 persen kemungkinan besar ini mengalami penurunan, sehingga ini berdampak terhadap penguatan harga minyak mentah baik grain maupun WTI crude oil," pungkasnya.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #saja #dampak #pelemahan #rupiah

KOMENTAR