Trump Blak-blakan Sebut Perang Iran Sebagai Pengalihan
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai sorotan setelah menyebut perang dengan Iran sebagai sebuah "pengalihan kecil".
Pernyataan ini muncul di tengah merosotnya dukungan publik AS terhadap konflik bersenjata tersebut, sebagaimana dilansir AFP.
Dalam sebuah acara di Las Vegas, Nevada, pada Kamis (16/4/2026), Trump awalnya berbicara mengenai pencapaian ekonominya sejak kembali menjabat pada 2025.
Baca juga: Iran Tantang Trump Lakukan Invasi Darat, Ejek AS Tak Berani Seberangi Selat Hormuz
Dia mempromosikan kebijakan "tip tanpa pajak" yang merupakan bagian dari reformasi pajak tahun lalu.
"Kita memiliki ekonomi terbaik dalam sejarah negara kita pada masa jabatan pertama saya. Dan kita sedang melampauinya sekarang, meskipun ada sedikit pengalihan kita ke negara Iran yang indah, tempat yang indah," ujar presiden berusia 79 tahun tersebut di hadapan para pendukungnya.
Trump berdalih bahwa intervensi militer tersebut merupakan langkah mendesak untuk mencegah ancaman besar, yang merujuk pada potensi nuklir Iran.
"Tetapi kita harus melakukannya, karena jika tidak, hal-hal buruk bisa terjadi, hal yang sangat buruk," lanjutnya.
Baca juga: Sempat Saling Ancam, Trump Klaim Iran Mau Serahkan Uranium yang Diperkaya ke AS
Meski Trump bersikap optimistis, data jajak pendapat menunjukkan fakta yang berbeda di masyarakat.
Berdasarkan survei Ipsos yang dilakukan akhir pekan lalu, mayoritas warga AS mulai mempertanyakan urgensi perang tersebut.
Dari 1.000 responden, sebanyak 51 persen menilai bahwa perang dengan Iran tidak sebanding dengan biaya yang harus ditanggung oleh negara.
Sebaliknya, hanya 24 persen responden yang merasa perang tersebut layak dilakukan.
Kritik terhadap kebijakan luar negeri Trump tidak hanya datang dari aspek biaya perang, tetapi juga dampak langsungnya terhadap biaya hidup masyarakat.
Baca juga: Trump Bidik Kesepakatan Nuklir dengan Iran, Akankah Lebih Unggul dari Era Obama?
Jajak pendapat terbaru dari Quinnipiac University yang dirilis Rabu (15/4/2026) menunjukkan, 65 persen pemilih AS menyalahkan Trump atas lonjakan harga bahan bakar baru-baru ini.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh penutupan Selat Hormuz sejak dimulainya konflik Iran.
Survei yang sama mencatat rapor merah bagi sang presiden terkait penanganan konflik.
Hanya 36 persen pemilih yang menyetujui cara Trump menangani situasi dengan Iran, sementara 58 persen lainnya menyatakan tidak setuju.
Sejauh ini, sentimen negatif publik terus membayangi klaim kesuksesan ekonomi yang digaungkan Trump pada masa jabatan keduanya.
Baca juga: Mau Buka Selat Hormuz untuk China, Trump: Xi Jinping Akan Peluk Saya
Tag: #trump #blak #blakan #sebut #perang #iran #sebagai #pengalihan